Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Damar Iradat    •    Senin, 16 Jul 2018 19:24 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el
Anang Sugiana/MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo meminta keringanan hukuman dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Anang siap bertanggung jawab atas perbutannya.

Anang mengakui keterlibatannya dalam kasus KTP berbasis elektronik (KTP-el) yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

"Saya diajari untuk bertanggung jawab atas semua tindakan-tindakan saya. Hal itu lah yang mendasari sikap saya ketika KTP-el disidik KPK," ungkap Anang saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

Ia menceritakan saat kasus KTP-el pertama diungkap KPK, dirinya tengah berada di luar negeri. Beberapa temannya menyarankan tidak pulang ke Indonesia.

Baca: KPK Cermati Kesaksian Irvanto soal Aliran Korupsi KTP-el

Namun, ia memilih kembali ke Indonesia dan langsung memenuhi panggilan KPK. Selama proses penyidikan sampai ditahan Anang juga mengklaim tak pernah mencoba mencari alasan untuk mangkir dari panggilan KPK.

Di sisi lain, Anang menyebut dirinya bukan pelaku utama kasus ini. Bahkan, menurut dia, perusahaannya baru masuk dalam proyek KTP-el setelah konsorsium kekurangan peserta.

"Saya bukan inner circle dari Andi Agustinus. Saya baru boleh ikut setelah 2011 karena kekurangan peserta. Saya tidak diajak Andi Agustinus dan Johannes Marliem dalam proyek-proyek lanjuta KTP-el," beber dia.

Dalam nota pembelaan, Anang juga menyinggung pengajuan status saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum atau justice collaborator. Menurut dia, ada beberapa poin yang sepatutnya dipertimbangkan KPK agar permohonannya dikabulkan.

Selain bukan pelaku utama, Anang mengklaim telah menyingkap peran pelaku lain yang lebih besar. Ia membuka fakta soal peran Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Thanos.

Ia juga mengakui pertemuannya dengan Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Paulus Thanos. Pengakuan itu bahkan ia ungkapkan sebelum Andi Narogong mengakuinya di persidangan.

Baca: Anang Sugiana Dituntut 7 Tahun Penjara

Anang Sugiana Sudihardjo dituntut hukuman tujuh tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Anang juga diberikan pidana tambahan berupa uang pengganti sejumlah Rp39 miliar. Uang itu harus dibayarkan satu bulan setelah status hukum berkekuatan hukum tetap. Jika tidak, akan diganti pidana tujuh tahun penjara.

Anang dituntut Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.


(OJE)