KY Jemput Bola Rekrut Calon Hakim Agung

Dheri Agriesta    •    Kamis, 13 Sep 2018 16:59 WIB
seleksi hakim agung
KY Jemput Bola Rekrut Calon Hakim Agung
Ketua bidang rekrutmen hakim KY Aidul Fitriciada Azhari (memakai peci) di Gedung KY, Jakarta, Kamis, 13 September 2018. Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Komisi Yudisial tak hanya menunggu rekomendasi dari pemerintah, Mahkamah Agung, dan masyarakat dalam menyeleksi calon hakim agung. KY juga melakukan seleksi untuk menjaring calon potensial dan sudah meloloskan 82 calon hakim agung dalam seleksi administratif.
 
"Dalam proses rekrutmen kita memang jemput bola ke beberapa kampus dan instansi," kata Ketua bidang rekrutmen hakim Komisi Yudisial, Aidul Fitriciadi Azhar di Gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.
 
KY berharap keputusan jemput bola bisa menarik calon hakim agung yang berintegritas dan berpengalaman di bidang hukum. KY bersyukur kandidat potensial yang dijaring setuju mendaftar sebagai calon hakim agung.
 
Aidul menegaskan tak ada keistimewaan bagi calon hakim agung yang didatangi. Seleksi tetap dilakukan secara objektif.
 
"Yang dijemput ini sudah kita  pelajari, sudah kita investigasi dia punya kualifikasi yang lebih. Kita berharap saja bahwa akan lolos," kata Aidul.

Baca: MA Serahkan Pemilihan Hakim Agung ke KY dan DPR

Aidul menyebut tak jarang kandidat terbaik justru tak siap ketika menghadapi kondisi tertentu. Apalagi, beberapa kandidat dari universitas merupakan guru besar. KY akan hati-hati memperlakukan para guru besar ini dalam seleksi. KY tak ingin mereka tersinggung dan merasa dipermalukan.
 
Kandidat yang berhasil dijaring KY berasal dari berbagai latar belakang. Namun, Aidul berharap enam kandidat kamar tata usaha negara khususnya hakim pajak dapat lolos.
 
"Kita datang ke berbagai institusi itu kita sampaikan kebutuhan hakim pajak. Tapi memang sulit. Akademisi juga tidak banyak. Guru besarnya hanya bisa dihitung jari, mereka pun belum tentu mau. Untuk hakim pajak di karir juga tidak banyak," pungkas Aidul.
 
Sebanyak 82 calon hakim agung yang lolos akan mengisi beberapa lowongan di empat kamar. Sebanyak 15 calon memperebutkan satu posisi di kamar agama.
 
Sebanyak 10 calon memperebutkan dua posisi di kamar militer. Sedangkan untuk kamar perdata, ada 27 calon yang memperebutkan tiga posisi.
 
"Kamar pidana 24 orang untuk kebutuhan satu orang. Kamar tata usaha negara enam orang, kebutuhan satu orang khusus hakim pajak," jelas Aidul.




(FZN)