KPK Dalami Peran Sofyan Basir Lewat Petinggi PLN

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 15 Sep 2018 03:43 WIB
kasus suap
KPK Dalami Peran Sofyan Basir Lewat Petinggi PLN
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamini salah satu yang ditelisik dari pemeriksaan sejumlah petinggi PLN ialah proses pembahasan proyek PLTU Riau-I. Salah satunya, penunjukan langsung PT Blackgold Natural Resources Limited, milik tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), sebagai konsorsium penggarap proyek tersebut.

Dirut PLN Sofyan Basir merupakan salah satu pihak yang memuluskan jalan Blackgokd sebagai mitra PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB). Bahkan, Sofyan Basir melakukan penunjukan langsung Blackgokd.

"Yang ditelusuri adalah bagaimana proses pembahasan di PLN saat itu dalam konteks perjanjian perjanjian itu pembahasan persetujuan sampai penandatanganannya dilakukan seperti apa," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Direktur Perencanaan Koorporatif PLN Syofvi Felienty Roekman dan Direktur PLN Wiluyo menjadi saksi yang diperiksa penyidik hari ini. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Nama Sofyan Basir memang santer disebut sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Sofyan diduga ikut berperan dalam meloloskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTURiau-I.

Bahkan, dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Sofyan Basir bersama dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua tersangka dalam kasus ini yakni Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

Dalam proses pengusutan kasus ini, Sofyan Basir sudah dua kali diperiksa penyidik. Kepada awak media, dia tak menepis informasi kalau dirinya mengenal dekat Idrus dan kedua tersangka tersebut.

KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar Idrus Marham.


(AGA)