Bandar Malaysia Enam Kali Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Deny Irwanto    •    Senin, 12 Feb 2018 14:13 WIB
narkobasabu
Bandar Malaysia Enam Kali Selundupkan Narkoba ke Indonesia
ilustrasi: Bandar narkoba. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono, bandar narkoba asal Malaysia, sudah enam kali menyelundupkan sabu ke Indonesia. Pada aksi terakhirnya, otak peredaran 239 kilogram sabu itu ditembak mati.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dari enam penyelundupan itu, pelaku menggunakan modus yang sama. Yang pertama, pada 21 Oktober 2016, pelaku menggunakan importir PT LMAP Bandung, kontainer dan dikirim ke PT KLI kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi. 

"Kemudian 30 Januari 2017 menggunakan importir PT PPS Jakarta, dikirim ke PT KLI kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi," kata Tito di Polda Metro Jaya, Senin, 12 Februari 2018.

Pada 3 Maret 2017, pelaku menggunakan importir PT MGM Jakarta. Kontainer dikirim ke PT KLI kawasan Greenland Internasional Industri Delta Mas, Bekasi. 

Selanjutnya, kata Tito, pelaku menggunakan importir PT JKA Jakarta pada pada 28 November 2017. Kontainer dikirim ke gudang Jalan Raya Jonggol KM 1 Bogor yang berhasil diungkap Polres Metro Jakarta Utara (Jakut).

Baca: WNA Otak Peredaran 239 Kg Sabu Ditembak Mati

Pada 2 Januari 2018, Onglay menggunakan importir PT UMS Jakarta. Dia mengirim kontainer ke gudang Jalan Raya Jonggol KM 1 Bogor dan berhasil diungkap Polres Jakut. 

"Barang bukti yang disita kristal methamphetamine (sabu) seberat 1.998 gram, uang tunai Rp2,7 miliar, dua unit mobil, dan delapan mesin cuci," kata Tito.

Pada aksi terakhir, 7 Februari 2018, pelaku menggunakan importir PT UMS Jakarta. Dia mengirim kontainer ke Komplek Pergudangan Harapan Dadap Jaya No 36 Gudang E 12 Kosambi, Tangerang.

Polisi berhasil menggagalkan aksi itu. Dari pengungkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 239 kilogram sabu dan 30 ribu butir tablet ekstasi. 





(OGI)