Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat

Arga sumantri    •    Senin, 12 Feb 2018 15:59 WIB
polripenyerangan
Pengamanan Tempat Ibadah Diperketat
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) bersama jajarannya di Polda Metro Jaya/Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Polri bakal memperketat pengamanan di tempat-tempat ibadah. Hal itu dilakukan menyusul penyerangan Gereja St Lidwina, Sleman, Yogyakarta, Minggu pagi, 11 Februari.

"Saya perintahkan untuk jajaran kepolisian memperkuat pengamanan tempat ibadah," tegas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian  di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 12 Februari 2018.

Tito meminta masyarakat dan seluruh pihak tenang dan tidak berspekulasi dengan versi masing-masing. Asumsi dan spekulasi tanpa dasar bisa memperkeruh suasana.

"Kita bisa atasi persoalan ini. Kita bisa tangkap pelakunya. Percayakan pada kepolisian" ucap bekas Kepala BNPT itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjem Muhammad Iqbal mengatakan kepolisian sudah memiliki sistem pengamanan di setiap tempat ibadah. Selain menggandeng TNI, Polri melibatkan masyarakat menjaga lingkungan dan tempat ibadah masing-masing.

"Komoditi polisi masyarakat artinya menjadikan masyakat menjaga di lingkungannya sendiri. Konsep komoditi polisi masyarakat itu konsep yang paling baik, paling modern saat ini," jelas Iqbal.

Iqbal memastikan fokus pengamanan Polri tak sebatas lokasi yang baru saja diserang. Mekanisme pengetatan pengamanan juga dilakukan di wilayah lain.

"Paling baik adalah mari kita sepakat kita tidak takut dengan kejadian ini, Indonesia tidak takut, sambil kita bekerja kami imbau masyarakat tenang," ucap Iqbal.


(OJE)