KPK Kembali Panggil Anak Buah Bos MRA Group

Damar Iradat    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:35 WIB
emirsyah satar tersangka
KPK Kembali Panggil Anak Buah Bos MRA Group
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Sallyawati Rahardja. Dia bakal diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia yang melibatkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

"Sallyawati dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka ESA (Emirsyah Satar)," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Desember.

Dalam sepekan ini, Sallyawati dua kali dipanggil KPK. Sebelumnya, pada Selasa, 5 Desember 2017, dia juga dipanggil KPK.

Saat itu, Lembaga Antikorupsi membutuhkan keterangan Sallyawati untuk melengkapi berkas penyidikan Soetikno Soedarjo. Soetikno adalah atasan Sallyawati di Beneficial Owner Connaugt Pte Ltd. Ia juga pendiri PT Mugi Rekso Abadi.

Baca: Direktur MRA Kembali Diperiksa KPK

Sallyawati yang juga karyawan bagian keuangan di Connaught Pte Ltd diduga kuat banyak mengetahui kasus suap ini. Dari tangannya, penyidik juga memiliki bukti catatan lalu lintas uang suap jutaan dolar AS ini. Transaksi itu terjadi sepanjang 2009 sampai Mei 2012. Nilainya 1,2 juta euro dan USD2,18 juta atau setara dengan Rp46 miliar. 

Dari informasi yang dihimpun, Sallyawati juga diduga berperan sebagai pihak yang mengatur pembelian barang untuk Emirsyah. Diduga uang yang digunakan untuk pembelian barang itu bagian suap dari Rolls Royce kepada Emirsyah.

Tak hanya itu, sejumlah uang juga ditransfer Sallyawati kepada PT Mugi Rekso dan salah satu keluarga Emirsyah. Kemudian, uang yang masuk ke PT Mugi Rekso itu digunakan Sallyawati membeli properti di Indonesia untuk Emirsyah.

Baca: KPK Periksa Sallyawati Rahardja

Emirsyah diduga terlibat kasus suap pengadaan 11 pesawat Airbus A330-300 oleh PT Garuda pada 2012. Suap tersebut diberikan oleh Soetikno Soedarjo yang memiliki jabatan kehormatan di Rolls Royce cabang Singapura.

Airbus A330-300 memiliki tiga pilihan tenaga mesin, yaitu Rolls Royce 700, Pratt & Whitney PW 400, atau GE CF6-80E. Garuda membeli pesawat bermesin Rolls Royce Trent 700.

Mesin Trent 700 ini ternyata masuk 'daftar hitam' lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration Safety Alert. Namun, mesin itu tetap digunakan untuk menerbangkan Airbus A330-300.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk uang dan barang dari Soetikno. Uang yang diterima Emirsyah diduga 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sementara itu, barang senilai USD2 juta tersebar di Singapura dan Indonesia.

Emirsyah diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.


(YDH)

Opsi: Setnov Bicaralah! (2)

Opsi: Setnov Bicaralah! (2)

10 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA