Pengusutan Kode Etik Fredrich Didorong ke Peradi

Juven Martua Sitompul    •    Jumat, 12 Jan 2018 14:19 WIB
korupsi e-ktp
Pengusutan Kode Etik Fredrich Didorong ke Peradi
Fredrich Yunadi--Medcom.id/Faisal

Jakarta: Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich Yunadi, mengatakan timnya telah mengajukan pengusutan dugaan pelanggaran kode etik kliennya ke Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Sebab, tim hukum mengklaim tidak ada pelanggaran yang dilakukan Fredrich saat membela Setya Novanto.

"Kami yang ajukan ke Peradi, karena kan kami belum melihat adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan," kata Refa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Menurut Refa, pengusutan pelanggaran kode etik diajukan setelah KPK menetapkan kliennya sebagai tersangka merintangi penyidikam korupsi KTP-el yang menjerat Novanto.

Dia menilai tuduhan KPK kalau kliennya melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, merupakan persoalan serius.

Apalagi, lanjut dia, Fredrich bersama dengan Bimanesh Sutarjo, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, dianggap memanipulasi rekam medis Novanto. "Kami mau membuktikan ada atau tidak, karena kalau pelanggaran hukum seperti itu pasti juga ada pelanggaran etik," ujar dia.

Refa menuturkan, sidang pelanggaran kode etik nantinya bakal dilakukan Komisi Pengawas (Komwas) dan Dewan Kehormatan Peradi. Saat ini, tim masih menunggu respon Peradi untuk menentukan sidang pelanggaran kode etik tersebut.

Dia berharap KPK memberikan kesempatan kepada Peradi untuk melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik Fredrich. "Saling menghargai juga proses yang berjalan, beri  kami kesempatan," ucapnya.

Baca: Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan KPK

 
Refa mengungkapkan, sebelum nantinya diteruskan ke Dewan Kehormatan Peradi, Komwas akan melakukan pemeriksaan awal terhadap Fredrich. Dia belum bisa memastikan berapa lama proses pemeriksaan Fredrich berjalan.

"Saya enggak bisa memastikan karena itu kan ranahnya Komwas dan Dewan Kehormatan ya," pungkas Refa.



KPK tengah mengusut kasus dugaan merintangi penyidikan kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto. Pada kasus ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika yang menangani Novanto Bimanesh Sutarjo. 

Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK melalui Ditjen Imigrasi juga mencegah keduanya bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Pencegahan juga dilakukan untuk ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA