Dua Tersangka Bom Samarinda di Bawah Umur

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:19 WIB
ledakan
Dua Tersangka Bom Samarinda di Bawah Umur
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Dua dari tujuh tersangka kasus bom di Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, masih di bawah umur. Berkas RPP, 15, dan GAP, 16, hari ini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dan siap disidangkan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, karena masih anak-anak, maka proses peradilannya berdasarkan pada UU Sistem Peradilan Pidana anak. Tangkap 1 x 24 jam, tujuh hari diperiksa dan sebelum 120 hari mereka harus langsung dilimpahkan ke JPU (jaksa penuntut umum)," terangnya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Sedangkan, lima tersangka lain adalah Juanda, Joko Sugito, Supriadi, Ahmadani, dan Rahmad. GAP, kata Boy, anak dari Joko Sugito.

(Baca: Kepala BNPT: Peneror Bom di Samarinda Tak Diterima Lingkungan)

Joko Sugito, lanjut Boy, adalah Ketua Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Kalimantan Timur. Ia ditunjuk sebagai pemimpin berdasarkan pertemuan JAD se-Indonesia pada 2015 di Batu, Malang, Jawa Timur.

Menurut Boy, GAP sempat di sekolahkan di Pondok Pesantren Inbu Masud di Bogor. Ponpes tersebut milik Aman Abdurahman.

"Sampai saat ini ponpes itu masih beroperasi," ujar Boy.

Aman disebut-sebut sebagai pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Asia Tenggara. Ia kini menghuni salah satu sel di Nusakambangan.

Ada empat orang akibat bom di Samarinda. Keempat korban seluruhnya balita. Satu korban, Intan Olivia Marbun, meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

(Baca: Kapolda Kaltim Hadiri Pemakaman Bocah Korban Ledakan di Samarinda)


(NIN)