Jenis Obat Berbahaya yang Timbulkan Halusinasi

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 06 Sep 2016 14:31 WIB
obat berbahaya
Jenis Obat Berbahaya yang Timbulkan Halusinasi
BArang bukti penggerebekan pabrik rumahan obat ilegal di Balaraja, Banten -- ANT/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah lakukan penelusuran lebih dari delapan bulan, Bareskrim Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) gerebek lima gudang produksi dan distribusi obat ilegal berbahaya di Balaraja, Tangerang. Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 42 juta butir obat ilegal dengan nilai Rp30 miliar.

"Ada beberapa jenis obat yang disalahgunakan," ucap Kepala BPOM Penny K. Lukito di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/9/2016).

Lima gudang yang digeledah, yaitu Blok E-19, F-36, H-16, H-24, dan I-19. Seluruhnya berada di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja.

Di lima gudang tersebut, ditemukan jutaan obat ilegal siap edar, yaitu Tramadol 24,9 juta tablet, Somadril 4 juta tablet, Trihexphhenidyl 2 juta tablet, Carnophen 10,38 juta tablet, Dextromethorphan 1,18 juta tablet, Paracetamol 40 tong, dan Tramadol 3 tong. Obat ilegal itu kerap disalahgunakan karena memiliki efek halusinasi dan menenangkan.

Berikut enam jenis obat dan penyalahgunaannya:
1. Trihexiphenydyl dan Heximer
Obat ini sejatinya diperuntukkan bagi pengidap parkinson. Namun, obat ini sering disalahgunakan lantaran menimbulkan efek halusinasi.

Bahkan, bila digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan mempengaruhi aktifitas mental. Perilaku pengguna menjadi cenderung negatif.

2. Tramadol
Obat ini berfungsu sebagai anti nyeri. Namun, obat ini dapat menimbulkan ketergantungan dan sering disalahgunakan karena menimbulkan efek halusinasi.

3. Carnophen dan Somadryl
Obat ini mengandung bahan aktif carisoprodol untuk nyeri otot. Obat ini juga memberikan efek halusinasi dan dibatalkan izin edarnya oleh BPOM sejak 2013.

4. Dextrometorpan
Ini adalah salah satu jenis obat batuk. Obat ini sudah dilarang peredarannya oleh BPOM RI sejak 2013 karena menimbulkan efek halusinasi.

Di dalam gudang, juga ditemukan alat-alat produksi obat ilegal, seperti mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut, mesin strippinh, dan mesin filling. Selain itu, ada pula bahan baku obat, kemasan siap pakai, obat jadi, dan obat tradisional siap edar bernilai lebih dari Rp30 miliar.

(Baca: Jutaan Obat Ilegal Berefek Halusinasi Disita)

Obat tradisional tersebut mengandung bahan kimia berbahaya Sildenafil Sitray yang disalahgunakan sebagai obat kuat pria yang mematikan. Sehingga, tidak memiliki izin edar dan masuk daftar public warning BPOM.

"Obat tradisional merek Pa'e, African Black Ant, New Anrant, Gemuk Sehat, dan Nangen Zengzhangsu," ungkap Penny.

 


(NIN)