Penyuap Wali Kota Eddy Rumpoko Segera Diadili

Haifa Salsabila    •    Rabu, 08 Nov 2017 23:01 WIB
ott kpk
Penyuap Wali Kota Eddy Rumpoko Segera Diadili
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan tersangka kasus dugaan suap di pemerintah Kota Batu, Filipus Djap ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam waktu dekat, Filipus segera duduk dikursi pesakitan untuk diadili.

"Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka FLP (Filipus Djap), dalam tindak pidana suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Batu ke penuntutan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat ditemui di gedung KPK, Jakarta, Rabu 8 November 2017.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara ini, jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Filipus. Rencananya, sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Penyidik menitipkan Filipus ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Madaeng, Suraba‎ya, guna memudahkan jalannya persidangan. "Mulai hari ini, yang bersangkutan dititipkan penahanannya di Rutan Klas I Madaeng, Surabaya," sambung Febri.

Baca: Wali Kota Batu Dijanjikan Fee Rp500 Juta

KPK sebelumnya menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubel air di Pemkot Batu, tahun anggaran 2017. Ketiga tersangka itu yakni, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Batu, Edi Setyawan, serta seorang pengusaha Filipus Djap‎.

Filipus diduga memberikan uang kepada Walikota Batu Eddy Rumpoko terkait fee 10% untuk Walikota dari proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu Tahun Anggaran 2017 yang dimenangkan PT DP (PT Dailbana Prima) dengan nilai proyek Rp 5,26 miliar (sebelum pajak). 

Sebagai pihak pemberi, Filipus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak penerima, Eddy Rumpoko dan Edi Setyawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(CIT)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

54 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA