Polri Diminta Terus Petakan Jaringan Bahrun Naim

Ilham wibowo    •    Selasa, 05 Dec 2017 08:30 WIB
terorisme
Polri Diminta Terus Petakan Jaringan Bahrun Naim
Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira (Foto: Antara/ RENO ESNIR)

Jakarta: Polri diminta segera memastikan informasi tewasnya gembong teroris Bahrun Naim. Kabar kematian otak aksi sejumlah pemboman di Tanah Air itu hingga kini masih simpang siur.

"Tentu Polri mesti memastikan informasi tewasnya Bahrun Naim itu," kata Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira kepada Medcom.id, Selasa, 5 Desember 2017.

Meski demikian, Ketua DPP PDIP ini juga meminta Polri terus melakukan pemetaan jaringan kelompok Bahrun Naim yang masih tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Pasalnya, kematian tokoh pimpinan teroris tak lantas memutus aksi teror yang telah direncanakan.

"Soal keamanan di Tanah Air lebih ditentukan oleh bagaimana Polri dalam hal ini Densus 88 mampu mematahkan jaringan, karena bisa saja Bahrun Naim tewas tetapi jaringannya tidak," ujar Andreas.

(Baca juga: Berita Kematian Bahrun Naim Masih Spekulatif)

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid juga meminta Polri segera memastikan kebenaran kabar tersebut. Informasi tewasnya gembong teroris Bahrun Naim itu mesti jelas.

"Kami belum tahu, kami belum dapat laporan resmi, infonya (kematian Bahrun Naim) baru dari pemberitaan. Jadi mungkin dari pihak kepolisian mesti segera cek kebenarannya," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Meutya menegaskan informasi terkait Bahrun Naim tak boleh simpang siur. Keamanan negara dipertaruhkan bila jajaran kepolisian lengah.

"Polri harus memberikan penjelasan kabar terkait kematian Bahrun Naim ini. Saya rasa perlu dikonfirmasi dan segera dijelaskan kepada publik," ucap Politikus Golkar ini.
 


(REN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA