Jaksa Agung Gregetan Ingin Eksekusi Terpidana Mati

Ilham wibowo    •    Rabu, 28 Mar 2018 15:54 WIB
eksekusi mati
Jaksa Agung Gregetan Ingin Eksekusi Terpidana Mati
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo menampik pihaknya tak serius mengeksekusi terpidana mati. Pengajuan grasi yang diajukan para terpidana menjadi kendala pelaksanaan eksekusi mati.
 
"Kita sendiri (Kejaksaan Agung) konsentrasi masalah itu. Saya geregetan, kapan pun saatnya eksekusi, saya eksekusi," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.
 
Selain grasi, terpidana mati juga dimungkinkan untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) secara berkali-kali. Menurut Prasetyo, hampir seluruh terpidana mati memanfaatkan dinamika perkembangan hukum untuk mengukur waktu pelaksanaan eksekusi.
 
"Ketika mereka (terpidana mati) akan dieksekusi, mereka mengajukan PK. Kapan PK dan grasi diajukan itu tidak ada batasan waktunya, itu persoalannya," ungkapnya.

Baca: Hukuman Mati Masih Alternatif

Teknis pelaksanaan eksekusi bukan menjadi kendala Kejaksaan Agung. Setelah aspek yuridis terpenuhi, kata Prasetyo, algojo bisa langsung diperintah menuntaskan tugas eksekusi terpidana mati.
 
"Teknisnya mudah saja. Kalau semuanya terpenuhi tinggal ditembak sesuai dengan tata cara proses hukuman mati di negara kita. Kita enggak ada hambatan untuk melakukan itu," tuturnya.
 
Prasetyo membantah pihaknya mendapat tekanan untuk tak bersungguh-sungguh melakukan eksekusi mati. Meski tak memerinci, ia memastikan bakal ada belasan orang terpidana yang kini mengantre eksekusi vonis mati tersebut.
 
"Saya sudah buktikan, selama saya jadi Jaksa Agung, 18 orang kita eksekusi," tandasnya.




(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA