KPK Buka Peluang Menetapkan Anggota DPRD Sumut Lain sebagai Tersangka

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 19 Jun 2018 13:51 WIB
kasus suap
KPK Buka Peluang Menetapkan Anggota DPRD Sumut Lain sebagai Tersangka
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan kasus dugaan penerimaan suap anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Bahkan, tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Bisa saja itu terjadi, kita lihat dulu perkembangan yang 38 (tersangka) ini," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018.

Menurut Saut, berkas perkara dari 38 tersangka dalam kasus ini akan dikelompokkan berdasarkan periode jabatan. Maka, kata dia perbuatan para legislator Sumut itu akan dituangkan dalam beberapa surat dakwaan.

"Penyidik akan menentukan dasar pengelempokan 38 (tersangka) atas dasar apa misalnya atas dasar periode jabatan atau yang lain," ujarnya.

Saut mengaku belum melihat modus korupsi baru dalam kasus suap DPRD Sumut tersebut. Namun, dia memastikan segala sesuatu akan didalami secara rinci dalam proses penyidikan.

KPK sebelumnya menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka. Sebanyak 38 anggota legislatif daerah ini ditetapkan sebagai tersangka penerimaan hadiah atau janji dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Akibat perbuatannya,  sebanyak 38 anggota DPRD Sumut itu disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(DRI)