Otak Pembakar Pospol UIN Yogya Dilacak

Ilham wibowo    •    Kamis, 03 May 2018 12:54 WIB
may daykerusuhan
Otak Pembakar Pospol UIN Yogya Dilacak
Pos Polisi Lalulintas di pertigaan jalan Jogja-Solo tepatnya di depan UIN terbakar setelah dilempar molotov saat memperingati Hari Buruh. Foto: MI/Agus Utantoro.

Jakarta: Polisi masih melacak otak di balik kericuhan yang berujung pembakaran pos polisi di dekat pertigaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Dugaan adanya pendompleng di Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day itu bakal ditelusuri. 

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan kelompok massa diduga memanfaatkan momentum perayaan kaum buruh untuk melancarkan aksinya. Identifikasi terhadap 69 orang dari kelompok dilakukan guna mengatahui tujuan massa mendadak datang saat para buruh menggelar aksi di lokasi yang sama.  

"Kalau lihat kronologis kejadian, hari buruh dilakukan dari pagi. Tiba-tiba jam 15.00 WIB keluar ada sekelompok orang yang berunjuk rasa tanpa izin kepolisian," kata Setyo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018. 

Sebanyak 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Polri, kata Setyo, juga tengah mendalami siapa yang mendanai aksi tersebut. Pasalnya, massa yang mendadak datang diduga miliki motif berbeda dengan aksi buruh.

"Isu yang diangkat bukan buruh, masalah bandara dan sultan. Aksi ini mendompleng Hari Buruh, sedang didalami masuk mereka buruh atau tidak," papar dia. 

Baca: Tersangka Pembakar Pospol UIN Yogya jadi 12 Orang

Penyidik telah memiliki bukti kuat dalam penetapan 12 tersangka tersebut. Mereka dijerat dengan dengan Pasal 160, Pasal 170, dan Pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Polisi telah menyita 55 bom molotov, empat mercon, empat plastik berisi solar, batu, pentungan kayu dan besi, serta cat semprot. Barang-barang itu diduga disiapkan sebelum aksi. 

Sejumlah spanduk provokatif juga disita. Kain spanduk itu di antaranya bertuliskan "Nawacita 'membunuh' Indonesia dari Pinggiran", "Sultan = Nightmare", serta "Jogja Istimewa Tanpa SG/PAG".



(OGI)