Penyebar Isu Rush Money Mengaku Iseng

Damar Iradat    •    Sabtu, 26 Nov 2016 16:02 WIB
rush money
Penyebar Isu <i>Rush Money</i> Mengaku Iseng
Irjen Boy Rafli menunjukkan bukti kasus penyebaran isu rush money. Foto: MI/Galih P

Metrotvnews.com, Jakarta: Abdul Rozak alias Abu Uwais, 31, mengaku iseng menyebar isu penarikan uang dari bank secara bersama-sama (rush money). Ulah ini membuat Rozak harus berurusan dengan Badan Reserse dan Kriminal Polri.

"Tidak ada niat menakut-nakuti katanya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/11/2016).

Polisi terus mendalami kasus penyebaran isu rush money. Bisa saja Rozak bergerak di bawah kendali orang lain. Apalagi, di Facebook ada foto Rozak yang di sampingnya ada banyak uang.

"Kami ingin tahu juga uang-uang yang dia jajarkan ini uang siapa. Kami masih selidiki aktor di balik isu rush money ini," papar Boy.

Rozak ditangkap sepulang mengajar di salah satu SMK di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis 24 November. Warga Penjaringan itu memposting tulisan yaitu aksi rush money mulai berjalan, ayo ambil uang kita dari bank milik komunis.

Boy menjelaskan, Rozak mengunggah pesan yang dinilai provokatif itu pada 21 November, pukul 21.38 WIB. Ia memanfaatkan isu unjuk rasa ormas pada 2 Desember, untuk menyebar isu rush money.

Berdasarkan keterangan ahli, kalimat komunis tidak boleh dimuat di media sosial. Apalagi, kata Boy, kalimat tersebut ditujukan kepada institusi bank yang di dalamnya ada umat Muslim.

Rozak dinilai cukup memenuhi unsur pelanggaran Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


(TRK)