Sanusi Belikan Rumah Buat Istri Pertama Pakai Duit Pengusaha

Renatha Swasty    •    Selasa, 18 Oct 2016 02:39 WIB
kpk tangkap legislator dki
Sanusi Belikan Rumah Buat Istri Pertama Pakai Duit Pengusaha
Mohamad Sanusi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Eks anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi membelikan rumah buat istri pertamanya Naomi Shallimah pakai uang pengusaha. Duit pembelian rumah diketahui berasal dari Direktur Utama PT Wirabayu Pratama, Danu Wira.

Hal ini terungkap dalam pemeriksaan saksi Dani Indrabrata untuk terdakwa Sanusi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. Dani mengungkapkan, ia menjual rumahnya di Komplek Perumahan Permata Regency, Srengseng, Jakarta Barat pada Sanusi.

Mulanya, ia tak berniat menjual rumah itu. Tapi satu hari, ia mendapat pesan dari satpam komplek kalau ada yang tertarik dengan rumahnya, satpam pun memberikan nomor telepon Sanusi pada Dani.

"Karena saya nggak berniat jual rumah itu, saya kasih harga tinggi Rp8,5 miliar," ungkap Dani, Senin (17/10/2016).

Sanusi kala itu, melalui telepon menawar harga Rp7,5 miliar. Eks politikus Gerindra itu bahkan pernah sekali melihat rumah Dani. Tapi, Dani tak mau lepas harga dari Rp8,5 miliar.

"Beberapa waktu kemudian, karena saya berniat investasi lanjutan pada rumah tua saya. Akhirnya saya telepon lagi masih berminat enggak, saya lepas Rp7,5 miliar," tambah Dani.

Sejak deal harga itu, Dani langsung meminta uang Rp500 juta untuk down payment. Sanusi, kata Dani menyanggupi.

Usai DP, Sanusi lalu membayar secara bertahap melalui transfer pada bank BII milik Dani. Pembayaran kedua Rp2 miliar, hari berikutnya Rp2 miliar dan selang satu hari Rp2,850 miliar.

Usai pelunasan, Dani mengantarkan sertifikat pada Pejabat Pembuat Akta Tanah. Saat menandatangani akta jual beli tanah, Dani baru tahu rumah yang dibeli untuk istri pertamanya Naomi.

"Saat itu atas nama Naomi Shallimah, istri terdakwa," beber Dani.

Baca: Sepak Terjang Sanusi Menggondol Duit dari Proyek APBD DKI

Jaksa Penuntut Umum pada KPK lantas menanyakan uang-uang yang ditransfer Sanusi berasal dari mana. Dani mengaku uang berasal dari Danu Wira.

"Awalnya saya enggak tahu, terakhir mengetahui dari penyidik KPK, meminta bukti transfer, pengirimnya dari PT Wira apa gitu. Saat itu penyidik suruh cari tahu mutasi rekeningnya, waktu saya lihat rekening koran ternyata dari itu," ujar Dani.

Ketika ditanya, apa Dani mengetahui soal PT Wirabayu juga Danu Wira, dia mengaku tidak tahu. "Tidak tahu," pungkas Dani.

Dalam dakwaan, Danu Wira adalah Direktur PT Wirabayu Pratama. Perusahaan itu adalah rekanan yang sering melaksanakan proyek di Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta.

Danu Wira pernah membelikan tanah dan bangunan di Komplek Perumahan Permata Regency Blok F nomor 1 Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat seluas 206 m2. Tanah dan bangunan diatasnamakan Naomi Shallimah, istri Sanusi.

Adapun harga tanah dan bangunan itu Rp7.350.000.000 tetapi yang tercantum di dalam akta jual beli sejumlah Rp2.250.000.000. Untuk pembayaran, Sanusi meminta pada Danu sejumlah Rp7.350.000.000.

 


(AZF)