Pemerintah Utamakan Keselamatan Bebaskan Sandra WNI

Ilham wibowo    •    Selasa, 20 Sep 2016 20:16 WIB
wni disandera abu sayyaf
Pemerintah Utamakan Keselamatan Bebaskan Sandra WNI
Menko Polhukam Wiranto. Foto: Antara/Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia tetap mengutamakan prioritas keselamatan dalam pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Upaya pembebasan ini perlu kehati-hatian.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pelaksanaan operasi perlu perhitungan yang matang agar sandera tetap selamat. Hingga saat ini jumlah WNI yang disandra perompak masih tersisa lima orang.

"Itu perlu proses hati-hati, karena kalau tidak, bisa gagal," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Wiranto enggan mengomentari ikhwal informasi rencana eksekusi terhadap satu sandera WNI bila tebusan tak kunjung dipenuhi. Menurutnya, upaya pembebasan sandera tetap dilakukan dengan mengedepankan faktor keselamatan.

"Kita menghadapi perampok yang orientasinya cari duit, sehingga kita tetap utamakan keselamatan sandera," kata Wiranto.

Pemerintah Indonesia juga mendapat kabar satu WNI lain yang berhasil diselamatkan. Terkait informasi ini, Wiranto belum bisa menjelaskan secara detail teknis pemulangan.

"Kita tunggu saja. Kan satu (sandera) lagi dalam proses dan kita ingin tahu secara jelas. Kalau penyanderaan, pembebasannya butuh waktu dan tidak seperti serah terima beli mobil atau motor," kata Wiranto.

Wiranto kembali menegaskan, pemerintah Indonesia mengutamakan keselamatan terhadap seluruh WNI yang disandera. Menurut dia, pemerintah tidak ingin informasi detail itu menjadi polemik.

"Kita tak usah fokus ke sana, yang penting mereka bebas dengan selamat. Negara kita punya sikap tidak kompromi dengan perompak. Negara kita berdaulat dan jangan sampai mau tunduk dengan kemauan perampok seperti itu," kata dia.


(MBM)

Video /