Kapolri Apresiasi Penangkapan Direktur Narkoba Polda Bali

Dheri Agriesta    •    Selasa, 20 Sep 2016 16:58 WIB
narkoba
Kapolri Apresiasi Penangkapan Direktur Narkoba Polda Bali
Kapolri, Jendral Pol Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto (kedua kanan) saat meninjau tempat penyelenggaraan Sidang Umum ke-85 Interpol, di Nusa Dua, Bali, Kamis (15/9/2016). Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi pengungkapan kasus pemangkasan anggaran dan pemerasan yang dilakukan Direktur Narkoba Polda Bali. Tito menilai, jajaran Kepolisian di bawah komandonya telah menjalankan perintah dengan benar.

"Saya belum tahu detailnya. Kalau memang benar, ini saya apresiasi kepada Paminal dan Propam karena mereka berarti sudah menjalankan perintah saya," kata Tito di Rumah Sakit Polri RS Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/9/2016).

Tito selalu mengingatkan jajarannya dalam setiap rapat untuk memerangi narkoba. Seluruh direktorat narkoba di daerah maupun Mabes Polri harus memperlihatkan hasil yang signifikan dalam penumpasan narkoba.

Tito memberikan waktu sebulan hingga tiga bulan. Direktorat Narkoba akan dievaluasi jika tak ada prestasi dalam satu bulan sampai seratus hari masa jabatannya sebagai Kapolri.

"Maka Ditnarkoba akan dievaluasi, kasarnya diganti," kata dia.

Mereka yang berprestasi akan diberikan penghargaan dalam bentuk promosi atau lainnya. Setelah itu, Kapolri juga meminta Paminal dan Propam mendukung dalam melakukan operasi tertutup.

"Silakan operasi tertutup Paminal kalau ada pejabat atau anggota yang tidak memenuhi perintah saya tadi untuk melakukan perang terhadap narkoba, lakukan operasi terhadap mereka. Jadi saya berpikir kalau memang ada ini Paminal sudah menjalankan perintah saya," jelas Tito.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Propam tengah menyelidiki indikasi pelanggaran yang diduga dilakukan Dirnarkoba Polda Bali. Boy memastikan akan ada tindakan hukum yang diambil jika yang bersangkutan terbukti bersalah.

"Ini merupakan ranah kewenangan Kapolda," kata Boy.

Kemarin, Paminal Mabes Polri melakukan operasi tangkap tangan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali dalam kasus pemotongan anggaran DIPA 2016 dengan barang bukti uang Rp50 juta di dalam lemari penyimpanan. Selain itu, Paminal juga menemukan kasus pemerasan dalam 7 kasus narkoba di bawah 0,5 gram, dengan uang perasan sebesar Rp100 juta.

"Satu kasus tersangka WNA Belanda diminta sebuah mobil fortuner tahun 2016," dikutip dari keterangan tertulis yang diterima.


(MBM)

Ahok Anggap Perpecahan Internal Partai Hal Biasa

Ahok Anggap Perpecahan Internal Partai Hal Biasa

55 minutes Ago

Kamu kira, semua enggak ada perpecahan. Kamu lihat saja, kelompok sana juga ada yang pendukung …

BERITA LAINNYA
Video /