Polri Diminta Setop Kasus Rizieq

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 20 Jun 2017 14:52 WIB
pornografi
Polri Diminta Setop Kasus Rizieq
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab--Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus percakapan mesum yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dinilai tak layak dilanjutkan. Barang bukti kasus ini dinilai ilegal.

"Barang bukti didapat penyidik melalui intersepsi/penyadapan oleh pihak yang tidak berwenang/ilegal," kata kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, Selasa 20 Juni 2017.

Kapitra mengatakan, penyadapan dilakukan situs WWW.4n5hot.com dan situs baladacintarizieq.com. Hal itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Baca: Polri Manfaatkan Blue Notice Mencari Rizieq

Kapitra merujuk sejumlah aturan, di antaranya Pasal 28F UUD 1945, Pasal 40 UU 36/1999 tentang Telekomunikasi, Pasal 31 ayat (1) dan (2) UU 19/2016 tentang ITE dan putusan MK No.5/PUU-VIII/2010 tanggal 24 Februari 2011.

"...bahwasanya penyadapan memang merupakan bentuk pelanggaran terhadap rights of privacy yang bertentangan dengan UUD 1945...."

Baca: MK Kabulkan Sebagian Uji Materi UU ITE oleh Setya Novanto

Kapitra juga merujuk pada putusan MK No.20/PUU-XIV/2016 tanggal 7 September 2016. Pada intinya, alat bukti yang diperoleh dengan cara tidak sah, tidak dapat dijadikan alat bukti sah dalam proses penyidikan maupun persidangan.

"Dimohonkan kepada bapak Presiden RI untuk memerintahkan penyidik Polri menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kepada Habib Rizieq Shihab. Karena melanggar peraturan perundang-undangan khususnya putusan MK No.20/PUU-XIV/2016 tanggal 7 September 2016," pungkas dia.


(YDH)

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

Sikap Setnov di Persidangan akan Menambah Berat Hukuman

4 minutes Ago

Sikap Setya Novanto yang memilih diam tidak menjawab Hakim di dalam sidang akan menjadi poin ya…

BERITA LAINNYA