KPK Berharap Novanto Memenuhi Panggilan Pekan Depan

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 12 Sep 2017 21:28 WIB
korupsi e-ktp
KPK Berharap Novanto Memenuhi Panggilan Pekan Depan
Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan di kantor KPK--Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendoakan Ketua DPR RI Setya Novanto sembuh sebelum awal pekan depan. Dengan begitu, Novanto diharapkan bisa memenuhi panggilan kedua penyidik dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (KTP-el).

"Kami harap dijadwal pemanggilan yang kedua ini yang bersangkutan sudah sehat dan bisa memenuhi panggilan tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Pemanggilan pertama kepada Novanto berlangsung pada Senin 11 September 2017. Tapi, Ketua Umum Partai Golkar itu mangkir dengan alasan sakit. Dalam surat keterangan dokter yang diserahkan tim kuasa hukum, Novanto dinyatakan tengah diopname di RS MRCC Siloam Semanggi, Jakarta, karena mengidap sakit gula darah, ginjal dan jantung.

KPK tidak percaya begitu saja dengan alasan Novanto. Febri mengatakan, pihaknya masih mempelajari surat keterangan dokter tersebut. Terlebih, Novanto secara tiba-tiba disebut menderita sakit vertigo.

Baca: Novanto Minta KPK Menunda Pemeriksaan Dirinya

Penyakit yang diderita Novanto ini jelas berbeda dengan keterangan dokter yang sebelumnya diterima dari Sekjen Golkar Idrus Marham beserta tim kuasa hukum. Febri berharap tidak ada pihak-pihak yang mencoba memberikan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

"Kami masih mempelajari informasi atau surat yang disampaikan oleh pihak Setya Novanto di sana, dan juga ada lampiran surat dari dokter dan rumah sakit," ujarnya.

Febri mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum meminta secara resmi kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memeriksa kesehatan Novanto untuk memberikan pendapat kedua atau second opinion terkait kebenaran penyakit tersebut. Lembaga antirasuah masih berupaya mendatangkan Novanto ke ruang penyidikan.

"Tentu kita harapkan yang bersangkutan sehat sehingga bisa memberikan keterangan," kata dia.




(AZF)