Polri Diminta Transparan Soal Penghentian Kasus Rizieq

Deny Irwanto    •    Jumat, 08 Jun 2018 22:50 WIB
pornografi
Polri Diminta Transparan Soal Penghentian Kasus Rizieq
Pimpinan FPI Rizieq Shihab. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane meminta Polri transparan dalam penyelidikan kasus dugaan percakapan pornografi yang menjerat Rizieq Shihab. Polisi diminta menjelaskan ke publik jika kasus tersebut memang dihentikan.

"Dalam kasus Rizieq sudah beredar kabar bahwa kasus itu sudah di-SP3 (dihentikan). Jika tidak benar, polri tinggal mengatakan kabar itu tidak benar dan tidak perlu ditutup-tutupi," kata Neta kepada Medcom.id, Jumat, 8 Juni 2018.

Neta menjelaskan, akan ada bola panas jika kabar simpang siur tersebut tidak ditanggapi dengan cepat. Neta menduga, sikap polri yang tertutup itu dimungkinkan karena polri sudah terlanjur malu karena sudah menetapkan Rizieq sebagai tersangka.

"Sejak awal IPW melihat kasus Rizieq sangat lemah untuk dibawa ke jalur hukum, tapi polisi tetap memaksakan. Sama seperti kasus Alfian Tanjung yang akhirnya dibebaskan pengadilan," jelas Neta.

Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, mengklaim kasus chat pornografi kliennya di Polda Metro Jaya telah dihentikan. SP3 kasus tersebut disebut resmi dikeluarkan sejak Februari 2018.

Baca: Polri Tertutup soal Isu SP3 Kasus Rizieq

"Kita minta polisi segera umumkan. Kita sudah tunggu lama dari Februari agar polisi beri kepastiaan hukum," kata Kapitra saat dikonfirmasi, Rabu, 6 Juni 2018.

Pengumuman, kata dia, seharusnya segera disebarkan. Ia tak mau terjadi kesimpangsiuran karena kasus tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono enggan berkomentar soal kasus tersebut. "Silakan tanya ke Mabes (Polri)," kata Argo di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Begitupun dengan Mabes Polri, belum mau secara gamblang menjawab ihwal penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus chat pornografi yang menyeret pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Korps Bhayangkara enggan memberikan jawaban tegas. 

"Bisa jadi di-SP3," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018. 

Baca: Pengunggah Percakapan Porno di Kasus Rizieq Masih Diburu

Kasus bermula saat beredar tangkapan gambar (screenshot) percakapan bermuatan pornografi antara pria yang diduga Rizieq dan perempuan mengatasnamakan Firza Husein tersebar pada Minggu, 29 Januari 2017. Peristiwa itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus.

Pelaporan itu didasarkan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Rizieq dan Firza Husein telah menjadi tersangka dalam kasus ini.




(DMR)