BNPT Pantau Kepulangan Ratusan Simpatisan ISIS

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 31 May 2018 14:29 WIB
isisradikalisme
BNPT Pantau Kepulangan Ratusan Simpatisan ISIS
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius - MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius terus memantau kepulangan simpatisan Islamic State in Irak and Syria (ISIS) ke Indonesia. Kegiatan mereka dimonitor berbagai pihak.  

"Itu tetap kita monitoring, mereka kan sudah dapat program deradikalisasi. Kita tetap yakin mereka bisa balik, jadi kita monitoring dengan satuan wilayah baik itu kepolisian atau TNI dengan infrastruktur lain," ujar Suhardi di Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham, Jalan HR. Rasuna Said Kav 6-7, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Mei 2018.

Suhardi juga memantau kepulangan simpatisan ISIS bekerja sama dengan Imigrasi. Dalam kerja sama itu, ada dua hal yang disepakati. Yakni agar Suriah lebih awal memberikan informasi kepada Indonesia terkait warga Indonesia yang akan dideportasi.

"Supaya kita bisa mempersiapkan di sini. Kedua saya minta direct flight jangan pakai transit-transit. Kalau transit bisa hilang dia. Kalau direct flight bisa saya jemput di sini. Di mana pun akan turun itu kita monitoring," tutur dia. 

Meski demikian, Suhardi belum bisa memastikan simpatisan yang kembali dari Suriah seluruhnya terpapar radikalisme. Tapi, monitoring tetap harus dilakukan. 

"Saya katakan tadi mau returnis depurtis semua yang berangkat ke sana tanda petik harus kita perhatikan karena tidak mungkin punya janji-janji kenapa mesti ke daerah konflik dan sebagainya," imbuh Suhardi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan sebanyak 500 orang terafiliasi dengan ISIS secara bertahap akan kembali ke Indonesia. Total orang yang berangkat dari Indonesia ke Suriah sekitar 1.100 orang.





(REN)