Jokowi Diminta Beri Atensi Penuntasan Teror KPK

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 10 Jan 2019 10:20 WIB
Teror Bom untuk Pimpinan KPK
Jokowi Diminta Beri Atensi Penuntasan Teror KPK
Eks pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Presiden Joko Widodo diminta bertindak soal teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, teror menyasar dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif.

"Sebaiknya pimpinan negara memberikan atensi dan dukungan pengungkapan tuntasnya perbuatan teror itu," kata mantan Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji saat dihubungi, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2018.

Baca: Pimpinan KPK Tak Gentar

Indriyanto menilai teror bukan lagi masalah kecil. Agus dan Laode merupakan pucuk pimpinan lembaga hukum.

"Sebaiknya Polri tetap melakukan pendalaman menuntaskan pelaku teror untuk mengetahui apa motivasinya lakukan tindakan teror yang melawan hukum tersebut," ucap dia.

Penuntasan kasus ini penting demi mencegah peristiwa serupa terulang pada pegawai KPK lainnya. Jauh sebelum teror padapimpinan, dua penyidik KPK, Novel Baswedan dan Afif Julian Miftah, diteror orang tak dikenal.

Baca: Dua Pelempar Molotov Terekam CCTV

Ironisnya, polisi belum juga mengungkap siapa pelaku, termasuk otak di balik penyerangan tersebut. Padahal, CCTV maupun keterangan saksi telah dikantongi.

"Menuntaskan pengungkapan pelaku teror ini agar ada kepastian hukum subyek pelaku teror dan tidak selalu terulang perbuatan teror tersebut," ucap Indriyanto.

Indriyanto menjawab diplomatis saat disinggung teror berkaitan penanganan perkara besar di KPK. Dia hanya menyebut motif bisa terungkap setelah polisi menangkap pelaku.

"Segala asumsi bisa saja terjadi, sehingga belum bisa dipastikan keterkaitan dengan kasus korupsi, itu perlu pendalaman kepastian motivasi dan pelakunya secara akurasi," beber dia.


(OJE)