Bareskrim Tingkatkan Kasus Habib Bahar ke Penyidikan

Kautsar Widya Prabowo, Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 06 Dec 2018 06:31 WIB
penghinaan lambang negara
Bareskrim Tingkatkan Kasus Habib Bahar ke Penyidikan
Ilustrasi. Foto: MI/Adam Dwi.

Jakarta: Bareskrim Mabes Polri masih mengusut pelaporan terhadap Habib Bahar bin Smith yang menyebarkan ujaran kebencian dan menghina Presiden Joko Widodo melalui media sosial. Kini, kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. 

"Status perkara HBS (Habib Bahar bin Smith) yang ditangani Bareskrim sudah penyidikan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono saat dikonfirmasi, Rabu, 5 Desember 2018.

Penyidik pun mengagendakan pemeriksaan terhadap Bahar di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir pada Kamis, 6 Desember 2018. Pemeriksaan kali ini merupakan perdana bagi Bahar sebagai saksi terlapor.

"Besok (6 Desember 2018) sesuai (surat) panggilan dari penyidik jam 10.00 WIB," tuturnya.

Baca juga: Pilihan Habib Bahar Enggan Meminta Maaf Disesalkan

Terkait kasus tersebut, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi. Selain itu, pemeriksaan empat ahli terkait perkara itu.

Sementara itu, hingga kini diyakini video viral ceramah yang mengungkapkan penghinaan terhadap presiden dilakukan oleh Bahar. 

Sebelumnya, Bahar melakukan ceramah dan ungkapan penghinaan terhadap Jokowi viral di media sosial. Bahar dilaporkan ke Bareskrim oleh Sekjen Jokowi Mania Laode Kamaruddin dan Muannas Alaidid dari Cyber Indonesia.

Atas perbuatannya, habib terancam dijerat dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2).




(HUS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA