Perempuan Kerap Jadi Korban Perdagangan Orang

Arga sumantri    •    Kamis, 21 Dec 2017 16:35 WIB
perdagangan manusia
Perempuan Kerap Jadi Korban Perdagangan Orang
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. Foto: MTVN/Arga

Jakarta: Sebanyak 1.083 orang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sepanjang 2017. Dari jumlah itu, terdiri dari 1.078 perempuan dewasa dan lima orang adalah anak-anak.
 
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, pengungkapan itu dilakukan berbekal 21 laporan polisi (LP) yang diterima Polri. Total ada 30 tersangka ditangkap.
 
"10 perkara berkas sudah lengkap (P21), Satu perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan sisanya masih proses sidik," kata Ari Dono di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis 21 Desember 2017.
 
Ari Dono menjelaskan, modus para pelaku adalah penyalahgunaan visa umrah, visa wisata dan kunjungan, serta penyalahgunaan visa ziarah. Pemberangkatan para korban juga dilakukan dengan cara ilegal.

Baca: Menteri PPPA: NTT Zona Merah Perdagangan Manusia

Para pelaku memiliki jaringan di luar negeri. Mayoritas, ada di negara Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Abu Dhabi, Suriah. "Ada juga Malaysia dan Tiongkok," kata Ari Dono.
 
Mantan Wakabreskrim itu berharap sosialisasi terkait tindak pidana perdagangan orang digencarkan. Utamanya, bagi warga di daerah yang mudah tergiur iming-iming bekerja di luar negeri.
 
"Melaksanakan sosialisasi ke daerah bahwa dia harus punya keterampilan bekerja di mana saja. Masalahnya tidak punya kemampuan," ujarnya.
 
Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar di luar negeri. Apalagi proses pemberangkatan dilakukan secara ilegal. "Jangan mudah tertipu dan percaya janji-janji," ucapnya.




(FZN)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

1 day Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA