KPK Sita Alat Pembuat Keterangan Visum dari Dokter Bimanesh

Arga sumantri    •    Jumat, 12 Jan 2018 04:32 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Sita Alat Pembuat Keterangan Visum dari Dokter Bimanesh
Juru bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor tersangka kasus menghalangi penanganan perkara korupsi KTP-elektronik, Fredrich Yunadi. Selain kantor Fredrich, KPK juga menggeledah rumah tersangka lainnya, Bimanesh Sutarjo. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, lokasi penggeledahan ada di Apartemen Boyanica Tower, Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penggeledahan dilakukan berbarengan dengan kantor Fredrich. 

"Penggeledahan dilakukan oleh dua tim yang berlangsung secara paralel di kedua tempat tersebut," kata Febri di Gedung KPK,  Jakarta, Kamis 11 Januari 2018.

Informasi sementara, kata Febri, penyidik KPK menyita komputer jinjing dan stempel dari kediaman Bimanesh. Alat itu diduga terkait kebutuhan pembuatan hasil medis milik tersangka. 

"Disita laptop dan stempel terkait kebutuhan pembuatan visum," ucap Febri.

Penggeledahan merupakan tindak lanjut dari penanangan perkara tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto. Pada kasus ini, Bimanesh telah ditetapkan sebagai tersangka. 

KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dokter yang menangani Setya Novanto saat keceleakaan pada Kamis,  18 November 2017 itu, besok. Ini merupakan pemeriksaan perdana Bimanesh sebagai tersangka. 

Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal itu biasa disematkan terhadap orang yang diduga melalukan upaya obstruction of juctice atau menghalang-halangi proses hukum suatu perkara.

KPK melalui Ditjen Imigrasi juga mencegah Bimanesh bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Pencegahan juga dilakukan untuk tersangka lain yakni mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi. KPK juga mencegah ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.


(DRI)