KPK Periksa 9 Swasta Terkait TPPU Bupati Rita

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 25 Jan 2018 11:30 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
KPK Periksa 9 Swasta Terkait TPPU Bupati Rita
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sembilan saksi dari unsur swasta. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yang menjerat Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari (RIW).
 
Mereka yang masuk dalam daftar agenda pemeriksaan antara lain, Pengurus PT Galih Medan Persada Suryana, Pengurus PT Surya Mega Jaya Sarwani, Pengurus PT Wirdha Mandiri H Wahab dan Pengurus PT Raka Utama Tjance.
 
Kemudian, Pengurus PT Bintang Arraffa Karya, Pengurus PT Sinar Intan Papua Permai Mujiono, Pengurus PT Asta Rekayasa Unggul Hartowo, Pengurus PT Tambuna Siswanto dan Roni Fauzan.
 
"Mereka diperiksa untuk kasus TPPU dengan tersangka RIW," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis 25 Januari 2018.
 
Lembaga Antikorupsi tengah melacak sejumlah aset Rita yang diduga berasal dari hasil suap, gratifikasi, dan TPPU. KPK telah mendapat petunjuk dari Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) terkait semua transaksi Rita.
 
Bahkan, dalam upaya penelusuran aset-aset itu, puluhan saksi yang dianggap tahu banyak soal rentetan rasuah ini telah diperiksa penyidik, misalnya dokter kecantikan Sonia Wibisono. KPK menduga, salah satu objek pencucian uang Rita untuk membiayai perawatan kecantikannya.

Baca: Uang Gratifikasi Bupati Rita Diduga dari Para Kadis Pemkab Kukar 

KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.
 
Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.
 
ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.
 
Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.




(FZN)