Wiranto Bersyukur Perubahan Konsep Aksi 2 Desember

Dheri Agriesta    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:43 WIB
unjuk rasa
Wiranto Bersyukur Perubahan Konsep Aksi 2 Desember
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto -- ANT/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersyukur konsep aksi 2 Desember berubah menjadi ibadah dan doa bersama. Menurutnya, aksi dengan kekuatan besar di jalanan tak bisa disebut unjuk rasa, tapi unjuk kekuatan.

Aksi dengan kekuatan besar di jalanan, tambah Wiranto, bisa berdampak sebagai aksi pemaksaan kehendak. Hal itu tak dibenarkan aturan bernegara.

Wiranto sadar, demonstrasi adalah hak setiap warga negara untuk mengemukakan pendapat dan berekspresi. Tapi, kebebasan bereskpresi tak boleh kebablasan, kebebasan harus diiringi tanggung jawab.

"Tanggung jawabnya yaitu mematuhi hukum yang berlaku, mematuhi aturan yang memang sudah diatur dalam unjuk rasa itu," kata Wiranto di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Wiranto mengapresiasi komitmen sejumlah pihak yang akan menggelar aksi superdamai di Monas. Aksi yang sebelumnya direncanakan berpusat di Bundaran Hotel Indonesia (HI) itu kini berpindah menjadi aksi gelar sajadah di Monas.

"Kita tinggal menjaga konsistensi dari kesepakatan itu," kata Wiranto.

Ia juga mengingatkan peserta aksi tak terprovokasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Rencana aksi ibadah dan salat Jumat bersama di Monas sangat baik dan tak mengganggu masyarakat.

"Jangan sampai kesepakatan itu dinodai pihak tertentu," tegas Wiranto.

(Baca: Jokowi Tegaskan tak Ada Rujuk Nasional)


(NIN)