Istri Nurhadi Mangkir saat Dipanggil Sebagai Saksi di Pengadilan Tipikor

Renatha Swasty    •    Kamis, 20 Oct 2016 03:03 WIB
ott kpk
Istri Nurhadi Mangkir saat Dipanggil Sebagai Saksi di Pengadilan Tipikor
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman berjalan seusai bersaksi pada sidang lanjutan kasus dugaan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan terdakwa Doddy Ariyanto Supeno di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/8). Foto: MI/ RO

Metrotvnews.com, Jakarta: Tin Zuraida istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi mangkir dari panggilan persidangan. Tin mengaku sedang berada di luar kota.

"Ini ada surat dari Tin Zuraida, surat kepada majelis hakim yang menerangkan belum bisa memenuhi pemanggilan karena sedang di luar kota," kata Hakim Ketua Sumpeno saat membacakan surat Tin di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Surat yang diserahkan Tin ditembuskan pada Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Tito Jaelani. Sumpeno lantas menanyakan surat itu pada Tito.

Tapi, Tito mengaku belum mendapat surat tembusan itu. "Kami belum terima," ujar Tito.

Kendati begitu, Hakim Sumpeno tetap melanjutkan sidang dengan meminta Jaksa buat menghadirkan saksi lain yang sudah hadir. Terkait pemeriksaan pada Tin, Sumpeno menyebut akan dijadwalkan ulang dan Jaksa diminta menyesuaikan jadwal itu.

Hari ini Tin sedianya bakal diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Edy Nasution, panitera pengganti PN Jakarta Pusat.

Tin Zuraida, istri Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman, disebut merobek dokumen saat rumahnya digeledah KPK. Dokumen itu diduga berkaitan dengan perkara-perkara bermasalah yang terendus KPK.

Nurhadi disebut sebagai promotor terkait perkara-perkara. Jaksa penuntut umum di KPK dalam persidangan menunjukkan memo yang dibuat pegawai bagian legal PT Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti kepada seorang promotor.

Dalam memo, promotor diminta merevisi kalimat "belum dapat dieksekusi" menjadi "tidak dapat dieksekusi" dalam Surat Ketua PN Jakarta Pusat No.W10.U1.Ht.065/1987 Eks 2013.XI.01.12831.TW/Estu tertanggal 11 November 2013 terkait eksekusi tanah PT Paramount Land. Jaksa pun mencecar Wresti siapa sosok promotor yang dimaksud.

"Yang saya dapat dari Pak Doddy (Doddy Aryanto Supeno, direktur PT Kreasi Dunia Keluarga), yang dimaksud promotor itu Pak Nurhadi," kata Wresti yang bersaksi untuk jelas Doddy.

Dalam kasus dugaan suap yang melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution ini, penyidik KPK menggeledah kediaman milik Nurhadi. Penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan uang sebesar Rp1,7 miliar dalam pecahan berbagai mata uang asing.

Penyidik juga menemukan adanya sejumlah dokumen dalam keadaan robek di kloset. Selain itu, penyidik juga menemukan sejumlah uang di kloset.


(DEN)

Jakarta Kembali ke Titik Nol

Jakarta Kembali ke Titik Nol

5 hours Ago

Di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, bangunan liar permanen dan semipermanen kembal…

BERITA LAINNYA