Wanita Ini Telan 66 Kapsul Berisi Sabu

Lukman Diah Sari, Damar Iradat    •    Jumat, 06 Jan 2017 16:15 WIB
narkoba
Wanita Ini Telan 66 Kapsul Berisi Sabu
Kapsul berisi sabu yang ditelan Kessy. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kessy Lilian Venance, 27, perempuan asal Tanzania, menelan 66 kapsul berisi sabu. Sedangkan 20 kapsul berisi sabu dan tiga gram ganja ia simpan di celana dalam.

Kessy berangkat ke Indonesia. Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng, ia ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Polri dan Bea Cukai.

Kepada petugas, Kessy mengaku membawa narkoba dari Malaysia atas perintah pacarnya, Edward, warga Urganda. "Kessy mengaku PSK di China. Dia diperintah pacarnya sebagai kurir narkoba dan dijanjikan upah USD1.500," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat (6/1/2016).  

Petugas mengembangkan keterangan Kessy melalui sistem control delivery untuk memancing keluar bandar narkoba di Indonesia. Kessy menghubungi Edward, menyampaikan ia sudah sampai Indonesia.

Edward meminta Kessy menunggu dan menyampaikan bahwa Chukwuebuka Cornelius Ifeanyi, warga Nigeria, akan mengambil narkoba tersebut. Edward memberikan kontak Chukwuebuka kepada Kessy.

Hasil pengembangan menemukan keterkaitan seseorang bernama Malachy Chiwetalu Ayogu, warga Nigeria, dengan narkoba yang dibawa Kessy. Saat akan ditangkap, Chukwuebuka dan Malachy melawan petugas.

"Dan ditembak hingga meninggal dunia," ujar Tito.

Petugas menyita 86 kapsul diduga berisi sabu total berat 610 gram, sebungkus ganja seberat empat gram, satu pasport atas nama Kessy Lilian Venance, satu pasport atas nama Ayogu Malchy Chiwetalu, dokumen UNHCR atas nama Chukwuebuka Chornelis Ifemy.

Lalu, satu unit telepon genggam dengan kartu telepon Tiongkok, satu ponsel hitam dengan kartu Tekomsel, dua tiket boarding pass, tas ransel hitan, tas wanita warna merah, uang tunai USD500, CNY43, dan RM20.

Sebelum ditangkap, Kessy diketahui sempat berkunjung sekali ke Indonesia. Ia mensurvei lokasi penyebaran narkoba di Indonesia.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, informasi tersebut diketahui setelah Bea Cukai Bandara melihat sistem data manifest. Data ini yang menjadi titik awal penangkapan.

"Kami tahu yang bersangkutan sudah lakukan travelling dua kali," kata Heru.

Heru menjelaskan, kedatangan pertama Kessy untuk melihat situasi dan titik yang bisa menjadi jalur peredaran narkoba. Kedatangan kedua, Kessy membawa narkoba.

Pihak Bea Cukai curiga karena jarak kunjungan pertama dan kedua Kessy tidak sampai sebulan. Dari situ, petugas Bea Cukai mereview dan menganalisis.

"Untuk tujuan singkat, kemudian frekuensi pendek, dengan negara pemberangkatan risiko tinggi, itu kami jadikan sebagai indikator untuk melakukan pendalaman," tutur dia.

Ternyata, polisi juga melihat pergerakan Kessy mencurigakan. Pada waktu yang tepat, petugas Bea Cukai dan polisi memeriksa Kessy.

"Ternyata yang bersangkutan menelan 66 butir kapsul. Sisanya, karena Kessy tidak mampu menelan semua, dia simpan di celana dalam," tegas Heru.

Kessy disangkakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 13e ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.


(TRK)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

4 hours Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA