Sekda dan Dua Legislator Kebumen Masih Berstatus Saksi

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 16 Oct 2016 14:08 WIB
ott kpk
Sekda dan Dua Legislator Kebumen Masih Berstatus Saksi
Lambang KPK/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen Dian Lestari dan Hartono, serta pengusaha bernama Salim turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi pada operasi tangkap tangan, Sabtu 16 Oktober. Namun, ketiganya masih berstatus saksi.

"Sampai saat ini empat masih status saksi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016).

Penyidik, kata Basaria, mengamankan empat saksi karena diduga tahu kasus suap di Kebumen. Dia belum bisa berbicara banyak soal keterlibatan saksi dalam kasus ini.

"Ada penggeledahan di beberapa tempat, alat bukti dilengkapi dulu yang mungkin jadi tersangka harus ada alat bukti dulu," jelas dia.

Sementara itu, KPK baru menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kebumen Yudhi Tri H. dan Pegawai Negeri Sipil Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo.

Keduanya diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan 2016, Dians Pendidikan mendapatkan Rp4,8 miliar untuk pengadaan buku, dan alat peraga.

Kemudian ada kesepakatan antara tersangka dan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar bila proyek teralisasi.

"Kemudian kesepakatan diterima Rp750 juta," jelas Basaria.

KPK mengamankan Rp70 juta dari tangan Yudhi sebagai bagian dari kesepatan dalam OTT, kemarin.

Kedua tersangka kena jerat hukum. Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.


(OJE)