PN Jaksel Difokuskan untuk Sidang Aman Abdurrahman

Fachri Audhia Hafiez    •    Jumat, 18 May 2018 08:45 WIB
terorisme
PN Jaksel Difokuskan untuk Sidang Aman Abdurrahman
Suasana di PN Jaksel menjelang sidang terdakwa teroris Aman Abdurrahman. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) tak menggelar sidang selain pembacaan tututan terhadap terdakwa teroris Aman Abdurrahman, pada pagi ini. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan. 

"Ini berdasarkan kesepakatan permintaan Polri agar memudahkan untuk pengawasan dan pengendalian selama aktivitas kegiatan persidangan (Aman Abdurahman)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar di PN Jaksel, Jumat, 18 Mei 2018.

Indra menjelaskan polisi telah meminta ke PN Jakarta Selatan untuk menyelenggarakan hanya satu sidang hingga pukul 13.00 WIB atau setelah salat Jumat. Sidang kasus lain baru bisa dilakukan selepas itu.

"Jadi bukan tidak ada sidang lagi, tapi khusus sampai Jumatan saja hanya satu sidang ini. Setelah itu ada sidang lagi," kata Indra.

Sidang pembacaan putusan Aman Abdurrahman sedianya akan dimulai pukul 09.00 WIB. Pengamanan dari aparat gabungan yang terdiri dari Polri dan TNI telah dilakukan sejak pagi, di dalam dan luar gedung PN Jakarta Selatan.

"Ini memang prosedur tetap persidangan setiap sidang dilakukan agar tidak ada benda-benda lain yang ada di ruang persidangan. Harus betul-betul steril," tutur Indra.

Baca: Sidang Aman Abdurrahman Dijaga 177 Personel Gabungan

Sidang pembacaan tuntutan untuk Aman awalnya digelar pada Jumat, 11 Mei 2018. Namun, persidangan ditunda lantaran jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menghadirkan terdakwa.

Aman alias Oman didakwa sebagai aktor intelektual yang memberikan doktrin kepada pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Dia juga disebut ada di balik teror bom Kampung Melayu, dan Samarinda.

Dia memberikan doktrin kepada para pengikutnya yang mengunjunginya di penjara. Mereka diperintahkan untuk berjihad dengan menjadikan warga negara asing, terutama Prancis dan Rusia, sebagai target.

Kini, Aman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aman didakwa dengan Pasal 14 juncto Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.




(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA