Kapolri Murka Anggotanya Menganiaya Perempuan

Sunnaholomi Halakrispen    •    Jumat, 13 Jul 2018 13:42 WIB
penganiayaan
Kapolri Murka Anggotanya Menganiaya Perempuan
Viral oknum polisi sedang menganiaya perempuan. Istimewa

Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian marah besar usai mengetahui pemukulan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf pada dua perempuan dan satu anak kecil. Yusuf marah lantaran mereka ketahuan mencuri. 

"Terkait video pemukulan itu, Kapolri marah besar," beber Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi, Jumat, 13 Juli 2018.

Tak cuma itu, Iqbal menyebut Kapolri langsung memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot Yusuf dari jabatannya. Saat ini Yusuf menjabat sebagai Kasubdit Kilas Ditpamobvit di Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Dan memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot jabatan yang bersangkutan langsung hari ini," tegas Iqbal. 

Iqbal menyebut perbuatan Yusuf tak mencerminkan perilaku polisi yang sesuai dengan kebijakan promoter yang tengah digaungkan. 

(Baca juga: Polisi Penganiaya Perempuan di Babel Dicopot)

"Promoter itu difokuskan pada tiga kebijakan utama yang salah satunya perbaikan kultur di mana anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi, kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif," tandas dia. 

Dia mengimbau seluruh anggota kepolisian tidak melakukan tindak kekerasan dalam menangani kasus apa pun. Terkecuali, jika kasus tersebut membahayakan nyawa petugas dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, AKBP Yusuf yang memiliki toko di Jalan Selindung Pangkalpinang, menganiaya perempuan yang mencuri di tokonya pukul 19.00 WIB, Rabu, 11 Juli 2018. 

Pelaku mengambil barang-barang yang ada di minimarket berupa dua kotak susu merek Chil-Kid, satu kotak susu BMT, empat bungkus mi gelas, satu kotak Frisian Flag, satu botol susu Hilo, dan satu buah selendang hijau biru bermotif bunga. Aksi ini menyebabkan korban merugi Rp600 ribu. 




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA