Berbelit, Keponakan Eks Bupati Halmahera Disemprot Hakim

Arga sumantri    •    Rabu, 18 Jul 2018 16:37 WIB
suap proyek di kemenpu-pera
Berbelit, Keponakan Eks Bupati Halmahera Disemprot Hakim
Suasana sidang lanjutan eks Bupati Halmahera Rudy Erawan - Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Muhammad Arnes dan Muhammad Rizal, keponakan eks Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan disemprot hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Keduanya berbelit ketika ditanya. 

Mulanya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Rizal soal aliran dana ke rekeningnya sebesar Rp500 juta. Aliran ini dicurigai lantaran transaksi paling besar dalam catatan aliran keuangan Rizal. 

Jaksa KPK lalu meminta Rizal menerangkan muasal duit itu. Dalam dakwaan, KPK menduga uang itu berasal dari kontraktor di Maluku Utara yang ditujukan bagi Rudy Erawan. 

"Iya (masuk). Tapi saya tidak tahu (dari mana)," kata Rizal di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. 

Jaksa lalu meminta Rizal mengingat. Jaksa tak habis pikir jika Rizal tak tahu orang yang mengirimkan uang sebanyak itu. Lagipula, dalam catatan keuangan di rekening Rizal, keponakan Bupati Halmahera Timur itu pernah pula mengambil uang Rp500 juta itu sebanyak dua kali, masing-masing Rp250 juta. 

"Mungkin itu berkaitan bisnis saya. Saya memang pengusaha," kata Rizal. 

(Baca juga: Saksi Mengaku Diminta Uang oleh Rudy Erawan untuk Rapimnas PDIP)

Keterangan berbelit Rizal memancing Hakim Ketua Fashal Hendri. Fashal mengingatkan Rizal agar memberikan keterangan konsisten lantaran sudah terikat sumpah. 

"Jangan bikin masalah, nanti enggak bisa pulang saudara. Kalau ada, ya ada. Jangan anggap sidang ini main-main," tandas Fashal. 

Sementara itu, Arnes juga sempat dicecar jaksa KPK terkait keberadannya bersama Rudy Erawan di Delta Spa, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Jaksa menyebut saat itu Arnes menerima uang dari Kepala Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran Hi Mustary. 

"Tidak pernah (ke Delta Spa)," kata Arnes yang juga Sekretaris Pribadi Bupati Halmahera Timur itu.  

Hakim Ketua kembali menyela. Sebab, keterangan Arnes berbeda dengan keterangan staf protokoler Rudy yang menyebut pernah bersama Arnes dan Rudy datang ke Delta Spa Pondok Indah. 

"Silakan Anda membantah, tapi ingat keterangan Anda tidak berdiri sendiri," kata Fashal. 

Dalam kasus ini, Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan didakwa menerima suap Rp6,3 miliar. Duit haram itu diduga terkait bantuan Rudy pada Amran HI Mustary untuk menjadikan salah satu pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

(Baca juga: Rudy Erawan Minta Bantuan Politikus PDIP Muluskan Pencalonan Amran)




(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA