2.027 WNI jadi Korban TPPO di Timur Tengah

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:15 WIB
tki ilegal
2.027 WNI jadi Korban TPPO di Timur Tengah
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto - MTVN/M Sholahadhin Azhar,

Metrotvnews.com, Jakarta: Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) meningkat di Tanah Air. Ini terjadi sejak pemerintah memoratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah. 

"Laporan yang masuk hingga saat ini korbannya sekitar 2.027," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto di kantor Bareskrim, Jalan Medan Merdeka Timur nomor 16, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 10 Agustus 2017.

Ari menuturkan, ada dua jaringan internasional yang khusus beroperasi di Timur Tengah dan mendalangi perdagangan orang dengan total 862 laporan ke polisi. Kepolisian sudah menetapkan 1.168 tersangka terkait itu. 

Jaringan itu, kata Ari, melibatkan WNI. Ada beragam kasus yang melibatkan WNI, salah satunya dengan modus pengiriman TKI non prosedural. Korban dieksploitasi dan dianiaya, lalu dikirim ke daerah-daerah konflik di Timur Tengah.

"Datanya ada yang dijadikan TKI 495 orang, ada juga yang jadi pekerja seks komersial (PSK) sebanyak 387 orang," kata Ari.

Dia menuturkan, tingginya angka WNI yang menjadi korban karena tawaran kerja sebagai TKI sangat menggiurkan. Mayoritas yang terbujuk berasal dari kalangan ekonomi dan pendidikan yang rendah.

Mereka menganggap pekerjaan TKI akan membantu meningkatkan pendapatan keluarga di Indonesia. Posisi rentan ini disambut dengan tangan terbuka oleh negara-negara yang membutuhkan banyak tenaga asisten rumah tangga.

"Dan lebih menyedihkan lagi negara-negara tersebut memanfaatkan perusahaan atau perorangan untuk mendapat TKI ilegal," beber Ari. 




(REN)