Kasus Anies dan Sandiaga di Polda Metro Masih Berjalan

Deny Irwanto    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:59 WIB
pilgub dki 2017
Kasus Anies dan Sandiaga di Polda Metro Masih Berjalan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/12/2016). Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus yang melibatkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Keduanya diduga tersangkut dua kasus berbeda.

Anies dilaporkan Tim Hukum dan Advokasi Basuki-Djarot pada Rabu 5 Maret 2017. Dia dituding melakukan pencemaran nama baik Ahok-Djarot karena salah menyampaikan data mengenai 300 kampung yang akan digusur.

Di lain pihak, Sandiaga diduga menggelapkan duit hasil penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, pada 2012. Dia dilaporkan Edward. Selain Sandi, Edward juga melaporkan Andreas Tjahjadi.

"Kita akan memberi kesempatan kepada penyidik, karena semua laporan masih dalam penyelidikan. Belum mendapat info apakah akan ditingkatkan jadi penyidikan atau tidak. Tergantung dari penyelidikan itu apakan ada tindak pidana atau tidak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat 21 April 2017.

Argo menjelaskan, nantinya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lain. Pemeriksaan saksi, lanjut Argo, akan mencari titik terang kasus yang sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya tersebut.

Setelah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akan melakukan gelar perkara menentukan ada atau tidaknya tindak pidana.

"Jadi untuk kegiatan pelaporan yang sudah dilaporkan tentunya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Nanti kita kan masih mencari informasi maupun kelarifikasi, dan tahap selanjutnya penyidik yang akan menggelarkan apakan ini tindak pidana atau bukan," kata dia.


(MBM)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

35 minutes Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA