Wali Kota Batu Bersikeras tak Terima Uang

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 17 Sep 2017 19:49 WIB
ott kpk
Wali Kota Batu Bersikeras tak Terima Uang
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko -- Foto: Metrotvnews.com/ Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersikeras tak menerima uang sebesar Rp200 juta dari Filipus Djap, seorang pengusaha terkait proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2017. Ia berdalih tak tahu soal keberadaan uang tersebut.

"Loh duitnya enggak tahu, enggak nerima saya," kata Eddy di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu 17 September 2017.

Politikus PDI Perjuangan itu pun mengklaim tak tahu proyek meubelair itu sudah berjalan. Namun, ia mengakui proyek itu memang ada dan masuk dalam APBD 2017.

"Kalau meubelair itu ada tahun 2017, dalam APBD karena kantor kita kan baru. Tapi apakah sudah dilaksanakan, saya juga enggak tahu. Tahunya saya ya semuanya baik-baik saja semua," ujar dia.

Ia juga mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Filipus soal proyek ini. Kendati, ia tak menampik kenal dengan pemilik Amarta Hills Hotel.

"Saya enggak tahu, enggak tahu sama sekali," katanya.

Tim satgas KPK sebelumnya menangkap tangan Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Eddi Setiawan dan Filipus di Batu, Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 September. KPK menyita uang sebesar Rp200 juta yang diduga akan diberikan Filipus kepada Eddy Rumpoko dan uang sebesar Rp100 juta dari tangan Eddi Setiawan.

Uang itu diduga berkaitan dengan free atas proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga sebesar Rp500 juta. Rinciannya, Rp200 juta dalam bentuk tunai dan Rp300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.

Proyek ini sendiri bernilai Rp5,26 miliar dengan pemenang pengadaannya ialah PT Dailbana Prima, milik Filipus.

Atas tindakannya, Filipus sebagai pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


(Des)