Agen Travel Diduga Sindikat Perdagangan Orang Modus Umrah

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 17 May 2017 16:18 WIB
perdagangan manusia
Agen Travel Diduga Sindikat Perdagangan Orang Modus Umrah
Ilustrasi perdagangan orang. Foto: MTVN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Agen travel diduga terlibat sindikat perdagangan orang dengan modus umrah. Polri tengah menelusuri agen travel yang turut bermain di dalam kasus ini.

"Kita harus tracing back, menelusuri ke belakang. Siapa sebetulnya yang mendalangi ini, apakah ada travel. Harusnya untuk mendapatkan visa kan abis pergi ya pulang. Ini kan pasti dia hanya bayar perginya saja," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Bareskrim mencurigai bagaimana visa umrah dikeluarkan oleh agen travel tersebut. Padahal, kata dia, untuk bisa mengeluarkan visa, harus melalui serangkaian penilaian. 

Para korban pun diharap bisa menjelaskan siapa yang mengarahkan mereka. "Padahal mereka kan terbatas kemampuannya. Jadi kan semua yang terlibat dalam kegiatan ini harus menjadi perhatian kita,"ujar dia. 

Menurut Herry, lebih mengkhawatirkan bila kelak ternyata ada sindikat di agen travel umrah. "Sindikasi itu menjadi agen, keluarin ke sana orangnya enggak pulang. Kan salah satu modus yang harus kita waspadai," jelas dia. 

Travel yang kerap memberi promo umrah murah, kata dia, patut dicurigai. Diduga ada sindikasi dari travel tersebut. "Kita berharap kedutaan yang mengeluarkan visa ikut memperhatikan. Jangan sampai kasus perdagangan orang menjadi lancar karena pengeluaran visa juga lancar," pungkas dia. 

Baca: Perdagangan Orang Berkedok Umrah Terbongkar

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap adanya 148 calon TKI korban perdagangan orang. Mereka dikirim dengan menggunakan visa umrah. 

Sembilan tersangka sudah ditangkap. Mereka adalah Purti Umayah alias Bunda Putri, Andri Supendi alias Andre, Sukima, Kustini, Ali Jufri, Abi Muhamad, Mansyur, Rudy, dan Alwi Tofan. 

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti yakni, 11 unit telepon genggam, 17 paspor, lima buku rekening, dan tiket pesawat. Para tersangka itu dikenakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.



(OGI)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA