Polri Akui Adanya Kuota Khusus Seleksi Calon Taruna Akpol

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 15 Jul 2017 03:32 WIB
kepolisian
Polri Akui Adanya Kuota Khusus Seleksi Calon Taruna Akpol
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul (kanan). (Foto: MI/Galih Pradipta).

Metrotvnews.com, Jakarta: Seleksi calon taruna akademi kepolisian kembali menuai protes. Kini protes terjadi di Polda Sumatera Utara, setelah sebelumnya di di Polda Jawa Barat.

Protes datang lantaran adanya peserta yang gagal karena diduga adanya praktik nepotisme yakni dengan meloloskan anak pejabat utama Polda Sumut. Padahal,  saat penentuan tahap akhir peringkat anak pejabat tersebut berada di bawah calon lainnya.

Menanggapi itu, Polri melalui Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengakui memang ada penambahan kuota khusus sesuai dengan talent scouting karena memiliki kemampuan dan prestasi.

"Sama seperti Polda Jabar. Yang tadinya ditentukan 24, ditambah empat, itu kebijakan pusat yang dibenarkan," kata Martinus di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 14 Juli 2017.

Meskipun masuk dalam kuota yang bakal berangkat ke Semarang, untuk mengikuti seleksi selanjutnya. Belum tentu yang melalui talent scouting bakal mulus melaju hingga tingkat pusat.

"Karena semua yang dikirim melalui seleksi sama seperti awal. Pemeriksaan akademis, psikologi, potensi akademik, akan diseleksi lagi," ujar dia.

Menurut dirinya, talent scouting adalah orang-orang terpilih. Dia mencontohkan, meskipun kesehatannya kurang tapi berprestasi. Sehingga membuat rankingnya jatuh. Tapi, adanya talent scouting kewenangan langsung dari Mabes Polri yang diusulkan melalui polda setempat.

"Enggak mesti satu. Di Jabar empat. Berdasar usulan polda setempat yg disetujui. Misal dia berprestasi, ada lima atau enam item seleksi, kesehatan, ada psikotes, seleksi administrasi, akademik, tes potensi. Dimana diliat dimana dia berprestasi dimana dia memungkinkan ikut tes di pusat," beber Martinus.

Namun terkait adanya dugaan bahwa yang diloloskan adalah anak pejabat utama Polda Sumut, dia enggan berbicara banyak.

"Saya enggak tahu. Tapi saya tahu ada 14 (kuota) dan satu (talent scouting) lagi yang dikirim," tandas dia.

 


(SCI)