Wali Kota Madiun Jadi Tersangka KPK

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 17 Oct 2016 20:46 WIB
korupsi
Wali Kota Madiun Jadi Tersangka KPK
Wali Kota Madiun Bambang Irianto (kanan). Foto: Siswowidodo/Antara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Madiun Bambang Irianto jadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proyek pembangunan Pasar Besar Madiun pada 2009-2012.

"KPK telah meningkatkan status penanganan perkara penyelidikan ke penyidikan sejalan dengan penetapan BI wali kota Madiun periode 2009-2014 sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Bambang memimpin Madiun selama dua periode, 2009-2014 dan 2014-2019. Syarif menegaskan, KPK sudah memiliki alat bukti yang kuat buat menjerat Bambang dalam proyek senilai Rp76,523 miliar ini.

Selama menjadi wali kota Madiun 2009-2014, politikus Demokrat ini diduga dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, dan persewaan terkait proyek. Padahal, saat itu, dia ditugaskan untuk mengurus dan mengawasinya.

Baca: Dikawal Brimob, KPK Merangsek ke Ruang Wali Kota Madiun

"Atau menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya yang berlawanan dengan kewajibannya atau tugasnya, menerima hadiah atau janji, padahal patut diduga diberikan terkait jabatan kewenangan sebagai wali kota Madiun tahun 2009-2014," jelas dia.

Bambang pun kena jerat hukum. Diia disangka melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU tahun 21 tahun 2001.

Untuk mengembangkan, penyidik menyisir beberapa lokasi di Madiun dan Jakarta hari ini. Tempat-tempat tersebut yakni, Kantor Wali Kota Madiun, rumah Bambang, rumah anak Bambang, dan kantor PT Cahaya Terang Satata milik Bambang.

"Sedangkan di Jakarta, penyidik menggeledah PT Lince Roma Raya. Dari lokasi, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik," jelas dia.

 


(AZF)