Diminta Menangkan Satu Pihak, Hakim Jessica Dijanjikan Duit SGD28 Ribu

Renatha Swasty    •    Rabu, 19 Oct 2016 20:39 WIB
ott kpk
Diminta Menangkan Satu Pihak, Hakim Jessica Dijanjikan Duit SGD28 Ribu
Staf kuasa hukum PT Kapuas Tunggal Persada (KTP), Ahmad Yani, usai diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK, Jakarta, Jumat (1/7/2016). Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Hakim Partahi Tulus Hutapea dan Hakim Casmaya disebut dijanjikan duit SGD28 ribu oleh Raoul Adithya Wiranatakusumah, pengacara PT Kapuas Tunggal Persada (KTP), Wiryo Triyono dan Carey Ticoalu. Duit diberikan supaya kedua hakim memenangkan ketiga tergugat dalam sidang perdata melawan PT Mitra Maju Sukses.

"Terdakwa Raoul Adithya Wiranatakusumah telah melakukan atau turut serta melakukam perbuatan memberi atau menjanjikan uang sejumlah SGD28 ribu kepada Hakim Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya melalui Muhammad Santoso selaku panitera pengganti PN Jakarta Pusat dengan maksud untuk memengaruhi putusan perkara," ujar Jaksa Penuntut Umum pada KPK Iskandar Marwanto saat membacakan dakwaan untuk Raoul di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Iskandar menuturkan, Raoul yang ditunjuk tergugat untuk melawan PT MMS menghubungi Santoso. Dia bermaksud memenangkan perkara.

Atas penyampaian itu, Santoso menyarankan supaya Raoul menemui Partahi, Ketua Majelis Hakim dalam perkara itu. Raoul, kata Jaksa Iskandar, lantas datang ke PN Jakpus untuk menemui Partahi.

(Baca juga: Panitera dan Pengacara Jadi Tersangka KPK)

Pada 13 April 2016, Raoul datang ke PN Jakpus untuk bertemu Partahi. Tapi, Partahi tidak ada di ruangan. Raoul akhirnya bertemu Casmaya yang juga hakim dalam perkara itu.

"Selanjutnya 15 April terdakwa datang kembali ke PN Pusat dan berhasil menemui Partahi Tulus Hutapea serta Casmaya di ruangan hakim lantai empat gedung PN Jakpus membicarakan perkara," beber Jaksa Iskandar.

Usai pertemuan itu, Raoul mengenalkan Ahmad Yani, staf kuasa hukum PT Kapuas Tunggal Persada (KTP) pada Santoso. Raoul meminta Ahmad Yani berkomunikasi dengan Santoso terkait perkembangan perkara dan akan melaporkan hasilnya pada terdakwa.

Lalu, pada 17 Juni 2016 Raoul bertemu dengan Santoso di PN Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu Raoul mengatakan akan memberikan duit SGD25 ribu pada Majelis Hakim dan SGD3.000 pada Santoso.

Atas penyampaian itu, Santoso menemui hakim anggota satu dan hakim ketua. Kedua hakim, kata Jaksa Iskandar, setuju untuk pemberian duit.

Untuk lebih meyakinkan, Raoul meminta bertemu dengan majelis hakim yang akan menyidangkan. Pada 22 Juni, Raoul mendatangi Casmaya dan menyatakan akan memberikan duit SGD25 ribu. Saat itu Casmaya menanggapi hakim baru akan musyawarah.

(Baca juga: Lolos dari OTT, Pengacara PT KTP Dipanggil KPK)

Pada hari yang sama, Raoul menemui Partahi. Raoul menjanjikan akan memberikan duit SGD25 ribu. Partahi adalah hakim dalam kasus sidang kopi bersianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

"Atas penyampaian terdakwa tersebut Partahi Tulus Hutapea mengucapkan terima kasih dan mengatakan nanti saja setelahnya," beber Jaksa Iskandar.

Usai itu, Raoul meminta Ahmad Yani menyiapkan uang. Atas perintah itu, Ahmad Yani menyiapkan dua amplop berisi SGD25 ribu dengan tulisan 'HK' dan SGD3 ribu dengan tulisan 'SAN'.

Staf kuasa hukum PT KTP Ahmad Yani (AY) memakai rompi tahanan saat berada dalam mobil tahanan usai diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK, Jakarta, Jumat (1/7/2016). Foto: Antara/Reno Esnir

Pada 30 Juni 2016, dipimpin Hakim Partahi, Casmaya dan Agustinus Setia Wahyu, hakim memutuskan gugatan penggugat tidak dapat diterima. Usai bacaan putusan, Raoul dan Santoso saling berkomunikasi.

Saat itu, Santoso menanyakan komitmen Raoul. Dalam komunikasi, Raoul memastikan bakal memberikan.

Rupanya, tak hanya Santoso yang menanyakan. Hakim Casmaya, kata Jaksa Iskandar, juga menanyakan hal serupa.

Saat akan pulang di tempat absen, Casmaya kebetulan bertemu Santoso. "Casmaya menanyakan mengenai rencana pemberian uang oleh terdakwa kepada majelis hakim dengan kalimat 'Bagaimana itu Raoul?' Santoso menjawab 'Besok pak'," beber Jaksa Iskandar.

Santoso lalu menanyakan pada Ahmad Yani waktu pengambilan uang dengan kalimat 'Undian kapan saya ambil'.

Pada hari yang sama, bertempat di Jalan Yusuf Adiwinata SH Menteng Jakarta Pusat sekira pukul 17.54 WIB, Ahmad Yani menyerahkan amplop berisi uang sejumlah SGD25 ribu dan SGD3 ribu pada Santoso. Tak berapa lama kemudian, Santoso dan Ahmad Yani ditangkap petugas KPK.

Akibat perbuatannya, Raoul didakwa melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a subsider Pasal 5 ayat (1) huruf b lebih subsider Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terkait dakwaan jaksa, Raoul tidak akan mengajukan eksepsi. Meski tidak semua dakwaan benar, Raoul ingin sidang segera dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

"Saya tidak mengajukan eksepsi, saya menyesal atas perbuatan saya meski tidak semua isi dakwaan benar. Masalah ini memisahkan saya dengan keluarga dan anak yang masih kecil. Saya harap kebijaksanaan yang mulia untuk menyelenggarakan persidangan dengan sebaiknya," kata Raoul.


(MBM)

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

1 hour Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara deklarasi …

BERITA LAINNYA