Anggota ACTA Salah Sebut Nama Ahok

Intan fauzi    •    Rabu, 19 Oct 2016 13:34 WIB
pilgub dki 2017
Anggota ACTA Salah Sebut Nama Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mengikuti sidang lanjutan pengujian UU Pilkada di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (6/10/2016) -- MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) salah sebut nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat sidang perkara uji materi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Kesalahan itu terjadi saat seorang advokat ACTA mengajukan pertanyaan pada saksi ahli hukum pidana Syaiful Bakhri.

"Ada beberapa poin yang kami catat dari pihak ahli tadi. Alasan awalnya dari pemohonan saudara Gubernur Bapak Tjahjadi, Bapak Basuki Tjahjadi Purnama," kata advokat itu di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Sontak, ucapannya itu memicu tawa. Ia pun menyadari ada yang salah dengan ucapannya.

"Ah iya maaf, maaf. Saya catat itu," ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan pertanyaan terkait alasan Ahok yang mengajukan uji materi karena ingin mengawal penyusunan APBD 2017. Padahal, serapan APBD DKI tahun ini dinilai masih rendah.

"Serapan APBD sebelumnya saja itu rendah dari pada provinsi lain, yang kami catat mau pun kami lihat di media bahwa ada anggaran sekitar Rp13,9 triliun yang mengendap di bank. Itu tidak terpakai oleh saudara Gubernur DKI," katanya.

Menurut ACTA, alasan Ahok menolak cuti untuk mengawal APBD DKI memiliki kecenderungan mempergunakan sesuatu dari pada memperjuangkan kepentingan rakyat. "Jadi, mungkin ada sesuatu yang akan diperjuangkan dalam pengawalan ini," lanjutnya.

Namun, pertanyaan advokat ACTA itu seketika dipotong oleh Ketua Hakim Konstitusi Arief Hidayat. "Ini mau ditanyakan pada ahli atau Anda berkomentar sendiri?" tanyanya.

Saat Arief mempersilakan Ahok bertanya pada Ahli, mantan Bupati Beitung Timur itu sempat menyindir advokat ACTA yang salah menyebut namanya. "Yang mulia, saya memang memaklumin. Nama saya saja salah," ujar Ahok.

Ahok kemudian melanjutkan dengan mengklarifikasi data yang dinyatakan advokat ACTA. "Mungkin dari pihak terkait kurang baca koran. bukan Rp13 triliun, hasil audit terakhir Rp3 triliun," jelas Ahok.

(Baca: Putusan MK Soal Cuti Kampanye Diharapkan Keluar Pekan Ini)


(NIN)