Satgas IUU Fishing: Opsi Penenggelaman Kapal Paling Tepat

Wandi Yusuf    •    Rabu, 10 Jan 2018 17:14 WIB
kelautan dan perikananpenenggelaman kapal
Satgas IUU Fishing: Opsi Penenggelaman Kapal Paling Tepat
Proses penenggelaman kapal pencuri ikan. Foto: Humas KKP

Jakarta: Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal (Satgas IUU Fishing) menyatakan penenggelaman kapal adalah opsi terbaik untuk mengusir penjarah ikan di perairan Indonesia. Opsi ini yang paling membuat penangkap ikan ilegal jera.

Koordinator Staf Khusus Satgas IUU Fishing Mas Achmad Santosa mengatakan penenggelaman kapal juga terbukti mengurangi datangnya kapal asing yang ingin mengambil ikan di wilayah Indonesia secara ilegal.

"Pantauan satelit Global Fishing Watch memperlihatkan (upaya penangkapan ikan secara ilegal) jauh berkurang di era Menteri Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti)," kata Ota, sapaan Mas Achmad, kepada Medcom.id, Rabu, 10 Januari 2018.

Pada Senin, 8 Januari, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta Menteri Susi tak lagi menenggelamkan kapal. Alasannya, untuk menumbuhkan kepercayaan investor. Lagipula, kata Luhut, lebih bermanfaat jika kapal-kapal itu diberikan ke nelayan untuk dimanfaatkan.

Namun, Susi keberatan. Di sejumlah media sosial dia menerangkan jika penenggelaman kapal sudah diatur di Pasal 76A UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Baca: Luhut Minta tak Ada Aturan yang Membuat Nelayan Tidak Nyaman

Pernyataan Susi diperkuat Ota. Mantan pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menyatakan tak mungkin menghapus opsi penenggelaman tanpa mengubah UU.

Menurut Ota, opsi penyerahan kapal kepada nelayan masih sangat terbuka, "Namun, tidak mudah karena spesifikasi kapal-kapal asing membutuhkan penyesuaian bagi nelayan-nelayan Indonesia."

Selama tiga tahun terakhir, pemerintah telah menenggelamkan 350 kapal asing. Kapal yang paling banyak ditenggelamkan adalah kapal berbendera Cina, yakni sebanyak 114 kapal.




(UWA)