Kepala BKKBN RI Ditahan Kejagung Pakai Rompi 'Pink'

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 08 Nov 2017 18:47 WIB
kasus korupsibkkbn
Kepala BKKBN RI Ditahan Kejagung Pakai Rompi 'Pink'
Kepala Badan Kependudukan dan Keluargan Berencana Nasional (BKKN) RI Surya Chandra resmi ditahan Kejaksaan Agung/MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluargan Berencana Nasional (BKKN) RI Surya Chandra resmi ditahan Kejaksaan Agung hari ini, Rabu 8 November 2017 hingga 20 hari ke depan. Surya terlihat digiring mengenakan rompi merah muda.

Pantauan Metrotvnews.com, Surya diperiksa sebagai tersangka sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Ia baru keluar dari gedung Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung pukul 14.05 WIB dan sudah mengenakan rompi merah muda khas tahanan Kejaksaan Agung. 

Surya diam seribu bahasa. Dia bahkan enggan menengok saat ditanyai wartawan. Chandra lebih memilih langsung masuk ke barisan kursi belakang di mobil tahanan Kejaksaan Agung. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Surya, Edi Utama mengatakan pihaknya menghargai keputusan dari para penyidik Kejaksaan Agung yang melakukan penahanan kepada kliennya. 

"Bagaimana pun itu adalah hal subyektif pihak Kejagung setelah melakukan pemeriksaan sebagai tersangka dua kali," kata Edi di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 8 November 2017. 

Diketahui, Surya terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan alat KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015. Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Arminsyah, membeberkan, Surya ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis 14 September 2017.

Baca juga: Kepala BKKBN Tersangka Korupsi Pengadaan Alat KB

Dia menyebut Surya terlibat dalam penyertaan dan penggunaan harga penawaran. Selain itu, dia juga diduga turut memainkan harga.

"Dukungan publik hanya pada satu pihak. Tidak menghiraukan hasil kajian cepat BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) yang sudah memberi peringatan dalam proses pengadaan," kata Arminsyah.

Kasus ini bergulir saat satuan kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan pengadaan susuk KB atau implan II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter. Dana yang dialokasikan Rp191.340.325.000 dan bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Saat pelelangan berlangsung, penawaran harga yang dimasukkan peserta lelang justru di bawah satu kendali, yakni PT Djaya Bima Agung. Modus ini membuat harga-harga menjadi tak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Baca juga: Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan KB di BKKBN

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Direktur Utama PT Tryasa Nagamas Farma Yenny Wiriawaty (YW), Direktur PT Djaja Bima Agung Luanna Wiriawaty (LW), dan Kasi Penyediaan Sarana Biro Program/Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN Karnasih Tjiptaningrum (KT).

Ketiganya dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.


(CIT)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA