Kasus Suap Pengadilan Tipikor Bengkulu Siap Disidang

Damar Iradat    •    Kamis, 02 Nov 2017 15:14 WIB
ott kpk
Kasus Suap Pengadilan Tipikor Bengkulu Siap Disidang
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus suap terkait penanganan perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu segera diadili. Berkas penyelidikan ketiga tersangka; Dewi Suryana, Hendra Kurniawan, dan Syahadatul Islamy dinyatakan rampung oleh penyidik.
 
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan pelimpahan berkas perkara ketiganya.

"Hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua terhadap tiga tersangka kasus dugaan suap terkait putusan perkara korupsi dana kegiatan rutin APBD TA 2013-2014 Kota Bengkulu di Pengadilan Tipikor pada PN Bengkulu," kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis 2 November 2017.

Baca: Tiga Tersangka Penyuap Hakim Tipikor Bengkulu Diperiksa KPK

Febri mengatakan, dengan pelimpahan tahap dua ini, jaksa penuntut umum memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan yang akan dibacakan dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor. Rencananya, ketiganya akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Bengkulu.
 
Ia menambahkan, ketiga tersangka bakal dibawa ke Bengkulu dan ditahan di tempat berbeda.
 
"Sementara dititipkan di lapas Bentiring Bengkulu untuk tersangka wanita (Syahdatul dan Suryana). Sedangkan Hendra di Lapas klas IIA Bengkulu, Malabero," ucapnya.
 
Dewi Suryana selaku hakim Tipikor Bengkulu nonaktif dan Hendra sebagai Panitera Pengganti diduga telah membuat kesepakatan dengan Syahdatul Islami.
 
Ketiganya kongkalikong memberikan vonis ringan terhadap tersangka kasus korupsi kegiatan rutin pada Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bengkulu 2013, dengan terdakwa Wilson.
 
Syahdatul diketahui sebagai salah satu keluarga Wilson yang mencoba melobi Hakim Suryana melalui Panitera Pengganti Hendra Kurniawan. Mereka sepakat memberikan uang sebesar Rp125 juta asalkan vonis terhadap Wilson lebih ringan dari tuntutan.

Wilson akhirnya dijatuhkan pidana 1 tahun 3 bulan penjara, di mana dakwaan primer tidak terbukti dan subsidernya terbukti. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa, 1 tahun 6 bulan, dan denda Rp50 juta.

Baca: Ada Tawar Menawar di Suap Hakim Bengkulu

Atas perbuatannya, Suryana dan Hendra dijerat Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Syahdatul Islami dijerat Pasal 6 ayat (1) huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.




(FZN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

54 minutes Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA