Kapolri Meminta Aksi 'Polisi Koboi' Dievaluasi Internal

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 28 Apr 2017 14:29 WIB
penembakanpenembakan di lubuklinggau
Kapolri Meminta Aksi 'Polisi Koboi' Dievaluasi Internal
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta 'aksi koboi' polisi di beberapa daerah dievaluasi secara internal. Kapolri mau kejadian seperti itu tak berulang.

"Ini jadi momen penting bagi kita," kata Tito saat pelantikan dan serah terima jabatan perwira tinggi Polri, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 28 April 2017.

Kapolri meminta, Propam Mabes Polri menganalisis apakah kebijakan diskresi penggunaan senjata api sudah dipahami semua anggota Polri. Litbang Polri juga diminta ikut meneliti beberapa kasus penembakan oleh polisi.

Baca: Kapolri Minta Anggota Pahami Diskresi Penggunaan Senjata

Tito menyadari penembakan oleh polisi berdampak. "Akan terjadi demoralisasi di kalangan anggota kita. Keragu-raguan untuk bertindak. Sebaliknya kalau seandainya kita tidak mengambil tindakan, reaksi publik, seolah kita melindungi anggota," kata Tito.

Penembakan oleh polisi terjadi di dua wilayah, yaitu; Sumatera Selatan dan Bengkulu. Di Sumsel, polisi melepaskan peluru saat sebuah mobil tidak mau berhenti dan coba menabrak anggota saat razia. Kejadian tersebut menewaskan satu orang dan melukai empat orang.

Baca: Kasus Salah Tembak Akibat Polisi Lalai Ikuti SOP

Sementara di Bengkulu, Aipda Bekti menembak anaknya. Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan Bekti tidak sengaja, karena ia mengira anaknya yang berusia 14 tahun adalah pencuri.



Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Baharuddin Djafar menyebut beberapa kasus salah tembak oleh polisi disebabkan kelalaian mengikuti standar operasional prosedur (SOP) penggunaan senjata api.

Menurut Baharuddin, setiap polisi diberi kewenangan atau diskresi untuk memiliki inisiatif kapan harus menembak. Namun, perlu memperhitungkan dampak lanjutan dari hal tersebut.


(YDH)