Kapolri Sebut Penggunaan Telegram oleh Teroris Masif

Arga sumantri    •    Minggu, 16 Jul 2017 10:41 WIB
terorisme
Kapolri Sebut Penggunaan Telegram oleh Teroris Masif
Kapolri Jenderal Tito Karnavian/MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup aplikasi Telegram. Tito memastikan penggunaan aplikasi telegram oleh jaringan teroris cukup masif.

Tito mengatakan, selama ini teroris gencar menggunakan aplikasi itu buat berkoordinasi. Telegram memiliki beberapa keunggulan yang dapat dimanfaatkan jaringan teror.

"Di antaranya mampu membuat sampai 10 ribu member dan di enkripsi. Artinya sulit dideteksi," kata Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu 16 Juli 2017.

Berbagai keunggulan Telegram menjadi masalah. Apalagi, aplikasi itu memang menajdi sarana favorit kelompok teroris memperkuat jaringan.

Bekas Kepala Densus 88 Antiteror itu mengatakan, para teroris diketahui melakukan komunikasi lewat Telegram di beberapa kasus teror yang belakangan terjadi. Beberapa di antaranya, bom Thamrin, bom Kampung Melayu, hingga penusukan terhadap anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, dan kasus teror di Bandung.

"Oleh karena itu dari polisi meminta kepada Menkominfo bagaimana mengatasi ini. Sekarang salah satu caranya adalah ditutup," ungkap Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu.

Pemerintah melalui Kementerian Komunimasi dan Informatika memblokir aplikasi pengirim Telegram. Pemerintah beralasan aplikasi itu sering digunakan anggota grup radikalisme dan teroris berkomunikasi.

Pada akhir November lalu, Telegram memang sempat memblokir 78 kanal komunikasi yang diduga digunakan kelompok ISIS. Selain menyebarkan propaganda, kelompok itu juga menggunakannya sebagai alat komunikasi.


(OJE)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA