'Selesaikan Secara Adat', Ultimatum Kapolri untuk Penyelundup Narkoba

Arga sumantri    •    Minggu, 16 Jul 2017 12:40 WIB
sabupenyelundupan narkotika
'Selesaikan Secara Adat', Ultimatum Kapolri untuk Penyelundup Narkoba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian/MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengultimatum warga negara Asing agar tak coba-coba menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Tito mengaku sudah memerintahkan jajarannya menindak tegas WNA penyelundup narkoba.

"Yang utama kalau ada warga negara asing membawa narkoba, menarget Indonesia, selesaikan secara adat!" tegas Tito di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 16 Juli 2017.

Tito tidak menjelaskan rinci maksud perintah 'selesaikan secara adat'. Namun, ia mengatakan, anak buahnya sudah mengerti perintah tersebut.

"Selesaikan secara adat itu warning dari kita. Sudah banyak kita lakukan. Akan kita terus lakukan jika mereka masih berani," ujar Tito.

Mantan Kadensus 88 Antiteror itu menyatakan, prinsip penanganan narkoba ialah memotong supply and demand. Penangkapan dan penindakan hukum tegas menjadi bagian memutus faktor supply.

Namun, memutus faktor demand narkoba, terang Tito, tidak bisa dilakukan hanya oleh lembaga penegak hukum. Harus ada keterlibatan dan kerja sama antarpemangku kepentingan.

"(Demand) ini pekerjaan banyak orang, tidak hanya pemerintah, juga tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, agar anaknya tidak terjebak di narkotika," ujar Tito.

Masuknya 1 ton narkoba jenis sabu ke Indonesia, Kamis 13 Juli 2017 cukup menyentak. Terlebih, 1 ton Sabu itu masuk di wilayah Anyer, Serang, Banten. Kawasan itu dinilai sentral sebab dekat dengan Jakarta. Beruntung, upaya penyelundupan berhasil digagalkan.

Seluruh pelaku telah ditangkap, mereka ialah Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin Ming Hui tewas ditembak karena melawan dan membahayakan petugas saat penggerebekan. Ia merupakan bos alias pengendali penyelundupan 1 ton sabu ke Indonesia.

Hsu Yung Li, jadi yang paling terakhir ditangkap setelah sempat buron. Ia dicokok saat coba kabur menaiki bus pariwisata di Cilegon.


(OJE)