Proses Tindak Lanjut Kasus di KPK Dinilai Sudah Cukup Transparan

   •    Rabu, 13 Sep 2017 13:05 WIB
kpkangket kpk
Proses Tindak Lanjut Kasus di KPK Dinilai Sudah Cukup Transparan
Peneliti ICW Tama S Langkun. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menilai proses tindak lanjut kasus korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini sudah cukup transparan. Setiap kali melaporkan suatu kasus, ICW selalu mendapatkan informasi bagaimana tindak lanjut yang dilakukan KPK.

"Selama ini cukup transparan prosesnya. Kita melaporkan kasus, mendapatkan bukti terima, kemudian dalam periode tertentu kita diberikan informasi. Ditelaah, ditindak lanjuti atau tidak, Kita diberi informasi," ujar Tama, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 13 September 2017.

Tama mengatakan beberapa tahun terakhir ICW sering melaporkan kasus dugaan korupsi yang berasal dari masyarakat ke KPK. Bahkan sebelum KPK berdiri, pelaporan kasus korupsi sudah dilakukan ke kepolisian dan kejaksaan.

Mekanisme yang dilakukan ICW sebelum melaporkan sebuah kasus dugaan korupsi yakni dengan mengumpulkan informasi dan bukti yang ada. Laporan yang sudah masuk ke KPK kemudian ditelaah dan saat melewati proses ini tidak sedikit ICW mendapatkan informasi bahwa kasus yang dilaporkan tidak bisa ditindaklanjuti.

"Tidak ditindaklanjuti artinya memang buktinya tidak ada. Kita juga tidak punya pilihan lain karena memang buktinya tidak cukup," kata Tama.

Namun, dari sekian banyak laporan yang diserahkan ke KPK, tak sedikit pula kasus yang kemudian ditindaklanjuti KPK. Ada sejumlah perkara yang memang ditindaklanjuti dan diproses secara hukum hingga sampai pada vonis pengadilan.

Dalam hal ini, kata Tama, memang dalam konteks keterbukaan layanan informasi, KPK dalam beberapa tahun terakhir sudah cukup baik. Meskipun masih ada beberapa kritik terkait kinerja KPK.

"Seperti ada perkara-perkara di daerah yang Kami anggap cukup (bukti) harus didrop karena bukti-buktinya masih ada yang harus dilengkapi. Itu menjadi sesuatu yang menurut saya memang seperti itu kondisinya, tidak apa-apa, Kita juga harus fair," jelasnya.




(MEL)

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

Sidang Praperadilan Setnov Digelar 30 November

26 minutes Ago

PN Jakarta Selatan mengagendakan sidang perdana gugatan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto pa…

BERITA LAINNYA