Satgas Saber Pungli Menangani 1.002 Kasus dalam Setahun

Arga sumantri    •    Minggu, 17 Sep 2017 11:25 WIB
pungli
Satgas Saber Pungli Menangani 1.002 Kasus dalam Setahun
Ketua Satgas Saber Pungli Komjen Dwi Prayitno - MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Satgas Saber Pungli mencatat ada 1.002 kasus pungutan liar yang sudah ditangani selama 10 bulan terakhir.  Kasus-kasus itu kini dalam penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai vonis.

Kasatgas Saber Pungli Komjen Dwi Priyatno mengatakan, pemberantasan fokus pada pungli berkaitan pelayanan publik. "Penanganan masih terus dievaluasi untuk meningkatkan kepercayaan publik," kata Dwi dalam peluncuran Maskot Saber Pungli di Jalan Pintu 1 Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 17 September 2017.

Irwasum Polri itu menambahkan, pungli dalam pelayanan publik ditemukan dalam beragam bentuk. Misal, pembuatan SIM, STNK, Paspor, dan KIR. Pungli dalam mekanisme perekrutan kepegawaian dan pendidikan juga ditemukan.

Ia mengungkapkan, dari sederet kasus yang ditangani, Satgas telah mengamankan uang pungli dengan total Rp319 miliar. Kasus paling besar, kata Dwi, operasi tangkap tangan berkaitan dengan pelayanan bongkar muat di Kalimantan Timur.

Pada kasus itu, tim Satgas menangkap tangan uang pelicin Rp6 juta. Hasil pengembangan, tim lalu bisa menyita total Rp6 miliar dari kasus itu.

"Berkas perkaranya sudah diterima di Kejaksaan Tinggi Kaltim, ditangani oleh satgas pusat," ungkap dia. 

Sementara, Dwi menyebut wilayah terbanyak mengalami penindakan pungutan liar ada di Jawa Barat. Provinsi Sumatera Utara menduduki posisi kedua. Namun, Dwi tak menyebut jumlah penindakan pungli di dua lokasi itu.

"Memang masih ada kendala di daerah yang perlu kesepakatan supaya enggak ada pungutan," pungkas dia. 

Satgas Saber Pungli dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tanggal 20 Oktober 2016. Satgas dibentuk bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan pungli.




(REN)